
SURABAYA, JAWA TIMUR – Tim Patroli Perintis Presisi dari Divisi Samapta (Ditsamapta) Polda Jawa Timur kembali menunjukkan kecepatan dalam menangani potensi gangguan ketertiban masyarakat dan keamanan (kamtibmas). Pada hari Rabu dini hari (15/01/2026), sekitar pukul 02.30 WIB, saat melakukan patroli rutin di wilayah Kecamatan Bubutan, tim patroli mendapati sekumpulan remaja yang diduga kuat sedang bersiap untuk melakukan aksi tawuran.
Kegiatan patroli yang dilakukan secara berkala oleh petugas polisi tersebut bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya berbagai bentuk gangguan keamanan, terutama pada jam rawan malam hingga pagi hari di wilayah yang kerap menjadi titik rawan terjadinya konflik antar kelompok muda. Saat mendekati lokasi yang menjadi titik kumpulnya para remaja, petugas mendeteksi adanya gerakan yang mencurigakan serta atmosfer yang tampak tegang di antara mereka.
“Kami sedang melakukan patroli rutin seperti biasa di wilayah Kecamatan Bubutan ketika melihat sekelompok remaja yang berkumpul dengan jumlah cukup banyak. Dari cara mereka berkumpul dan beberapa ciri-ciri yang terlihat, kami menduga bahwa mereka sedang merencanakan atau akan melakukan aksi tawuran. Oleh karena itu, kami segera mengambil langkah untuk melakukan penindakan pencegahan,” ujar AKBP. Rian Wijaya, Kepala Seksi Patroli Ditsamapta Polda Jatim, yang memimpin tim patroli pada kejadian tersebut.
Dengan taktik yang tepat dan cepat, petugas berhasil mengamankan seluruh kelompok remaja yang berjumlah sebanyak 14 orang. Selama proses penangkapan, petugas juga menemukan berbagai barang bukti yang diperkirakan akan digunakan dalam aksi tawuran atau terkait dengan aktivitas mereka, antara lain: 4 unit sepeda motor yang digunakan untuk melakukan perjalanan ke lokasi kumpul, beberapa unit handphone yang kemungkinan digunakan untuk berkomunikasi antar anggota kelompok, serta berbagai atribut organisasi silat seperti sabuk dan baju seragam yang dikenakan oleh sebagian dari mereka.
Setelah diamankan, para remaja yang sebagian besar berusia antara 15 hingga 18 tahun tersebut dibawa ke Mapolsek Bubutan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dalam pemeriksaan awal, sebagian dari mereka mengaku bahwa mereka berkumpul karena ada konflik kecil dengan kelompok remaja dari wilayah lain yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Mereka mengaku hanya ingin “menegaskan diri” dan tidak memiliki niat untuk melakukan kekerasan yang berlebihan, namun petugas tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui latar belakang konflik yang terjadi.
Kasat Reskrim Polsek Bubutan, Ipda. Budi Santoso, menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam terkait dengan kasus ini. “Kita akan mengklarifikasi setiap detail, mulai dari penyebab konflik hingga peran masing-masing individu dalam kumpulan tersebut. Selain itu, kita juga akan melakukan koordinasi dengan orang tua atau wali dari para remaja yang diamankan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga ketertiban dan menghindari segala bentuk kekerasan,” jelasnya.
Patroli pencegahan dini seperti yang dilakukan oleh Tim Patroli Perintis Presisi ini merupakan bagian dari upaya terus-menerus yang dilakukan oleh Polda Jawa Timur untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Surabaya. Khususnya pada jam malam hingga dini hari, di mana potensi terjadinya gangguan kamtibmas seperti tawuran, pencurian, atau perkelahian cenderung lebih tinggi.
“Kami akan terus meningkatkan intensitas patroli di berbagai wilayah yang menjadi titik rawan, tidak hanya di Kecamatan Bubutan namun juga di seluruh kota Surabaya. Tujuan utama dari semua upaya ini adalah untuk memberikan rasa aman kepada seluruh warga masyarakat dan memastikan bahwa Surabaya tetap menjadi kota yang kondusif untuk tinggal dan beraktivitas,” ucap AKBP. Rian Wijaya menambahkan.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama kepada para orang tua dan pendidik, untuk lebih memperhatikan perkembangan dan aktivitas anak-anak serta remaja di sekitar mereka. Dengan melakukan pengawasan dan memberikan pendidikan tentang pentingnya hidup rukun serta menghindari kekerasan, diharapkan dapat mencegah terjadinya berbagai bentuk gangguan keamanan yang dilakukan oleh kalangan muda.
“Surabaya dijaga dengan baik oleh pihak berwenang, bukan dibiarkan dalam keadaan chaos. Mari kita bersama-sama menjaga kota ini tetap aman dan kondusif, karena keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita semua,” pungkas pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Polda Jawa Timur terkait dengan kejadian ini.
(*)
