Curah Hujan Tinggi Guyur Kabupaten Bekasi, Kali Ulu Meluap Merendam Pemukiman – Satbrimob Polda Metro Jaya Turunkan Personel Gelar Evakuasi Terpadu

TNI-Polri nasional

BEKASI – Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Bekasi sejak Minggu (18/1) pukul 19.00 WIB hingga dini hari Senin (19/1) menyebabkan debit air Kali Ulu meningkat drastis, hingga akhirnya meluap dan merendam kawasan pemukiman warga di beberapa kecamatan. Kondisi darurat banjir yang menggenangi rumah hingga ketinggian 50 hingga 150 sentimeter ini memaksa ratusan keluarga mengungsi, dengan Polri melalui Satuan Brimob Polda Metro Jaya segera bergerak cepat menurunkan personel untuk melakukan evakuasi dengan mengutamakan keselamatan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan wanita.

Ketinggian Air Mencapai 1,5 Meter di Beberapa Titik

Berdasarkan laporan dari Posko Bencana Kabupaten Bekasi, luapan Kali Ulu paling parah terjadi di Kecamatan Cikarang Utara, Kecamatan Tarumajaya, dan Kecamatan Sukapura. Di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikarang Utara, air banjir bahkan mencapai ketinggian 1,5 meter, menyebabkan sebagian besar rumah warga terendam dan akses jalan utama terputus. Banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan barang berharga mereka akibat cepatnya naiknya permukaan air.

“Kami mulai merasakan air masuk ke rumah sekitar pukul 22.00 WIB kemarin. Dalam waktu kurang dari satu jam, air sudah mencapai perut orang dewasa, jadi kami langsung mengambil anak-anak dan barang penting untuk mencari tempat aman,” ujar Siti Nurhaliza (38), salah satu warga terdampak di Desa Sukamaju.

Satbrimob Polda Metro Jaya Gelar Evakuasi dengan Prioritas Kelompok Rentan

Menerima informasi tentang kondisi darurat tersebut, Dansat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si. segera mengerahkan tim SAR (Search and Rescue) khusus Brimob yang telah dilatih untuk penanganan bencana alam. Sebanyak 80 personel dengan dibekali peralatan evakuasi seperti perahu karet, tenda darurat, dan perlengkapan medis mendatangi lokasi terdampak sejak dini hari Senin (19/1).

Evakuasi dilakukan dengan sistem terpadu, di mana personel terbagi menjadi beberapa tim untuk fokus pada area dengan tingkat kerawanan tinggi. Tim pertama bertugas mengidentifikasi rumah yang terendam dan membantu mengeluarkan warga, khususnya anak-anak, lansia, dan wanita hamil. Tim kedua mengatur transportasi menuju titik kumpul sementara yang telah disiapkan di sekolah dasar maupun balai desa di sekitar kawasan yang tidak tergenangi air. Tim ketiga memberikan bantuan medis dasar dan makanan serta minuman bagi warga yang baru saja dievakuasi.

“Kami memprioritaskan keselamatan kelompok yang paling membutuhkan perhatian pertama. Anak-anak dan lansia memiliki daya tahan fisik yang lebih rendah, sehingga mereka menjadi fokus utama dalam setiap tahap evakuasi. Personel kami juga dilatih untuk menangani situasi darurat dengan penuh empati dan kecepatan,” jelas Kombes Pol. Henik Maryanto saat memantau proses evakuasi di Kecamatan Tarumajaya.

Bantuan Kemanusiaan Diberikan, Posko Siaga 24 Jam

Selain evakuasi, Satbrimob Polda Metro Jaya juga bekerja sama dengan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi dan berbagai organisasi masyarakat untuk menyediakan bantuan kemanusiaan. Di setiap titik kumpul sementara, telah disiapkan makanan hangat, air minum bersih, selimut, dan perlengkapan kebersihan dasar. Tim medis dari Brimob juga siap memberikan penanganan bagi warga yang mengalami masalah kesehatan akibat banjir, seperti penyakit kulit atau sesak napas.

“Brimob hadir untuk membantu warga terdampak dengan mengerahkan personel SAR dalam pelaksanaan evakuasi dan pelayanan kemanusiaan, serta tetap bersiaga hingga situasi benar-benar aman dan terkendali,” tegas Kombes Pol. Henik Maryanto. Dia menambahkan bahwa personel akan tetap berjaga di posko yang dibangun di lokasi terdampak selama 24 jam hingga permukaan air surut dan warga dapat kembali ke rumah mereka dengan aman.

Polisi Imbau Warga Waspada Banjir Susulan dan Banjir Lumpur

Selain menangani kondisi darurat saat ini, Kepolisian juga mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Bekasi khususnya yang berada di sekitar aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan dan banjir lumpur. Prakiraan cuaca menunjukkan bahwa curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, sehingga debit air sungai bisa kembali meningkat.

“Kami mengimbau warga untuk tidak kembali ke rumah yang masih terendam meskipun air sudah mulai surut, karena ada risiko runtuhan bangunan atau banjir susulan. Selain itu, waspadailah terhadap potensi banjir lumpur di wilayah lereng dan pastikan saluran drainase tidak terhalang oleh sampah agar air dapat mengalir dengan lancar,” ujar Kasat Reskrim Polres Bekasi Kabupaten AKBP Dedi Kurniawan dalam siaran persnya.

Pihak berwenang juga menginformasikan bahwa jalur evakuasi darurat telah ditandai dengan jelas dan nomor hotline bantuan darurat dapat dihubungi kapan saja melalui nomor 110 atau kontak khusus Posko Bencana Kabupaten Bekasi di (021) 8987XXXX. Sampai dengan sore hari Senin (19/1), sebanyak 350 keluarga telah berhasil dievakuasi dan ditempatkan di lima titik kumpul sementara yang tersebar di berbagai kecamatan terdampak, dengan kondisi kesehatan warga umumnya dalam keadaan stabil.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!