“CFD PERDANA DEPAN ALUN-ALUN SIDOARJO HADIRKAN WARNA WARNI KESENIAN DAN KREATIFITAS – ACARA PERESMIAN DAN PAMERAN TERBESAR DI WILAYAH JAWA TIMUR, AJANG UNTUK MEMPERKENALKAN PRODUK DAN KARYA LOKAL KE MASYARAKAT”

Nasional

SIDOARJO, JAWA TIMUR – Acara CFD (Creative Festival & Expo) Perdana yang digelar secara meriah di depan Alun-Alun Sidoarjo pada hari Sabtu dan Minggu (01/02/2026) berhasil menjadi sorotan utama masyarakat lokal dan sekitarnya, menghadirkan warna-warni kesenian, kreativitas, serta berbagai produk unggulan dari pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan seniman lokal di Kabupaten Sidoarjo. Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini menjadi ajang perdana terbesar di wilayah Jawa Timur yang secara khusus menghadirkan kolaborasi antara seni budaya, produk kreatif, dan inovasi bisnis dalam satu tempat yang strategis di depan ikon kota Sidoarjo.

Peresmian acara yang dilakukan secara resmi oleh Bupati Sidoarjo, Bapak H. Ahmad Muhdlor Ali, pada pukul 09.00 WIB hari Sabtu (10/02/2026) dihadiri oleh berbagai pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, seniman lokal, serta ratusan warga yang datang untuk menyaksikan kemeriahan acara perdana tersebut. Dalam pidato sambutannya, Bupati Sidoarjo menyampaikan bahwa CFD Perdana ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan peran ekonomi kreatif sebagai salah satu tulang punggung pembangunan ekonomi daerah, sekaligus memberikan wadah bagi para pelaku usaha dan seniman lokal untuk memperkenalkan produk serta karya mereka kepada khalayak luas.

“Kami sangat bangga dapat menyelenggarakan CFD Perdana di depan Alun-Alun Sidoarjo, yang merupakan tempat yang memiliki makna penting bagi masyarakat Sidoarjo. Acara ini tidak hanya bertujuan untuk menghibur masyarakat, tetapi juga untuk memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM dan seniman lokal untuk menunjukkan kreativitas serta kemampuan mereka, sehingga produk dan karya lokal dapat dikenal lebih luas dan berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati H. Ahmad Muhdlor Ali dalam pidatonya.

CFD Perdana yang mengambil tema “Sidoarjo Kreatif – Inovasi dari Hati Nusantara” menghadirkan lebih dari 150 booth yang dibagi menjadi beberapa zona khusus, antara lain Zona Produk Kreatif UMKM yang menampilkan berbagai produk seperti kerajinan tangan dari bahan anyaman bambu dan rotan, tekstil batik dengan motif khas Sidoarjo, makanan dan minuman khas daerah, serta produk-produk inovatif hasil olahan pertanian lokal seperti keripik tempe, sambal khas, dan minuman herbal. Selain itu, terdapat juga Zona Kesenian yang menampilkan karya seni lukis, patung, fotografi, serta instalasi seni yang dibuat oleh seniman muda dan berpengalaman dari Sidoarjo dan sekitarnya.

Salah satu peserta pameran dari UMKM “Batik Sidoarjo Sejati” yang dipimpin oleh Bapak H. Joko Supriyanto menyampaikan rasa bangganya dapat berpartisipasi dalam acara CFD Perdana ini. Menurutnya, acara seperti ini sangat berharga bagi pelaku UMKM kecil seperti dirinya untuk memperkenalkan produk batik khas Sidoarjo yang telah diwariskan dari leluhur. “Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk ikut serta dalam acara ini. Dalam waktu yang singkat, kami telah mendapatkan banyak kunjungan dari pengunjung yang tertarik dengan produk batik kami, bahkan ada beberapa yang melakukan pemesanan dalam jumlah besar untuk keperluan acara atau sebagai oleh-oleh,” ujar Bapak Joko dengan senyum bangga.

Di Zona Kesenian, seorang seniman muda bernama Rina Dewi (25 tahun) yang menampilkan karya lukis dengan tema alam dan budaya Sidoarjo menyampaikan bahwa acara CFD Perdana ini menjadi momentum penting bagi seniman muda untuk menunjukkan karya mereka dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat. “Sebagai seniman muda, kami seringkali kesulitan untuk mendapatkan wadah untuk menampilkan karya kami. Dengan adanya acara seperti ini, kami dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mendapatkan masukan yang berharga untuk mengembangkan karya kami lebih lanjut,” jelas Rina.

Selain pameran produk dan karya seni, CFD Perdana juga diisi dengan berbagai acara hiburan dan edukatif yang berlangsung secara bergantian di panggung utama yang dibangun di tengah lokasi acara. Antara lain pertunjukan tari tradisional khas Jawa seperti Tari Gandrung dan Tari Remo yang diperagakan oleh kelompok seni dari SMA Negeri 1 Sidoarjo, pertunjukan musik keroncong dan jazz oleh musisi lokal, serta pentas teater dengan cerita yang mengangkat nilai-nilai budaya dan lingkungan hidup. Acara edukatif seperti lokakarya membuat kerajinan tangan, demo pembuatan batik, dan seminar tentang pengembangan bisnis kreatif juga diadakan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pengunjung yang berminat.

Pada hari kedua acara (11/02/2026), CFD Perdana semakin ramai dengan kedatangan pengunjung dari berbagai daerah sekitar seperti Surabaya, Gresik, Mojokerto, dan Pasuruan. Banyak keluarga yang datang bersama-sama untuk menikmati acara, berbelanja produk lokal, serta mengikuti berbagai kegiatan yang tersedia. Seorang pengunjung dari Surabaya bernama Anita (38 tahun) menyampaikan bahwa dia sangat terkesan dengan acara CFD Perdana ini. “Saya tidak menyangka bahwa di Sidoarjo terdapat begitu banyak produk kreatif dan karya seni yang menarik. Saya telah membeli beberapa produk kerajinan tangan dan makanan khas yang akan saya berikan sebagai oleh-oleh kepada keluarga dan teman-teman saya,” ujar Anita.

Selain menjadi ajang pameran dan hiburan, CFD Perdana juga menjadi tempat untuk menjalin kerja sama antara pelaku UMKM dengan pihak industri maupun lembaga keuangan. Beberapa bank lokal seperti Bank Jatim dan Bank BPD Jawa Timur telah menyediakan booth khusus untuk memberikan informasi tentang program pendanaan dan pembinaan bagi pelaku usaha kreatif. Selain itu, beberapa perusahaan besar di wilayah Sidoarjo juga menunjukkan minat untuk bekerja sama dengan pelaku UMKM dalam hal pemasaran dan distribusi produk.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Sidoarjo, Bapak H. Slamet Riyadi, menyampaikan bahwa hasil dari CFD Perdana ini akan menjadi dasar untuk menyelenggarakan acara serupa secara berkala di masa depan. Menurutnya, respon positif dari masyarakat dan peserta menunjukkan bahwa acara seperti ini sangat dibutuhkan untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Sidoarjo. “Kami telah merekam semua masukan dan saran dari peserta dan pengunjung untuk meningkatkan kualitas acara di masa depan. Kami berencana untuk menyelenggarakan CFD secara berkala setiap enam bulan sekali, sehingga dapat menjadi wadah yang berkelanjutan bagi pelaku usaha dan seniman lokal,” jelas Bapak Slamet.

Acara CFD Perdana di depan Alun-Alun Sidoarjo ditutup secara resmi pada pukul 18.00 WIB hari Minggu (11/02/2026) dengan penutupan yang diisi dengan pertunjukan musik kolaboratif dari berbagai kelompok musik lokal dan penyerahan piagam apresiasi kepada peserta pameran yang telah memberikan kontribusi besar dalam kesuksesan acara. Bupati Sidoarjo dalam pidato penutupnya menyampaikan bahwa kesuksesan CFD Perdana ini tidak terlepas dari kerja sama yang erat antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, dan seniman lokal.

“Kami berharap bahwa dengan suksesnya CFD Perdana ini, ekonomi kreatif di Sidoarjo akan semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Kami juga mengajak semua pihak untuk terus mendukung perkembangan ekonomi kreatif di daerah ini, sehingga Sidoarjo dapat menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif yang unggul di Jawa Timur dan bahkan di Indonesia,” pungkas Bupati H. Ahmad Muhdlor Ali.

Saat ini, pemerintah Kabupaten Sidoarjo sedang dalam proses mengevaluasi keseluruhan acara CFD Perdana dan menyusun rencana untuk menyelenggarakan acara kedua yang lebih besar dan lebih baik. Banyak pelaku UMKM dan seniman lokal telah mengajukan permintaan untuk dapat berpartisipasi kembali dalam acara selanjutnya, serta mengharapkan adanya dukungan yang lebih besar dari pemerintah daerah dalam hal pemasaran dan promosi produk serta karya mereka. Dengan suksesnya CFD Perdana di depan Alun-Alun Sidoarjo, diharapkan bahwa ekonomi kreatif daerah akan semakin berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan Kabupaten Sidoarjo secara keseluruhan.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!