
DESA MULIA HARAPAN – Di tengah hamparan sawah hijau yang membentang luas di Desa Mulia Harapan, sebuah cerita tentang kerja sama dan pembelajaran baru saja terjadi antara seorang pemuda petani bernama Bejo dan wanita yang baru saja kehilangan suaminya, Juleha. Peristiwa yang dimulai dari pertemuan tak terduga tersebut akhirnya membawa kedua orang tersebut pada pengalaman baru dalam dunia bertani.
Pada suatu sore yang panas, Juleha terlihat sedang berada di sebuah gubuk kecil yang terletak di tengah sawah bersama dengan Kepala Desa (Pak Kades) setempat. Juleha, yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi setelah wafatnya suaminya beberapa bulan yang lalu, sebelumnya telah menerima ajakan dari Pak Kades untuk datang ke gubuk tersebut. “Sebenarnya aku sama sekali tidak tertarik saat Pak Kades mengajakanku ke gubuk tengah sawah, namun aku tidak bisa mengabaikan ajakan beliau yang sudah tua itu, terutama ketika beliau menawarkan uang yang cukup banyak agar aku mau membantu beliau dengan pekerjaan di sawahnya,” jelas Juleha dengan suara lembut saat berbicara kepada Bejo yang tiba-tiba muncul di lokasi tersebut.
Bejo, seorang pemuda petani yang masih muda dan energik, kebetulan sedang melewati area sawah tersebut untuk memeriksa kondisi tanamannya sendiri. Ketika melihat Juleha dan Pak Kades yang sedang berbicara dan melakukan beberapa gerakan yang terlihat seperti sedang membahas cara merawat tanah, Bejo pun berhenti untuk menyapa keduanya. Tak lama kemudian, Pak Kades harus pergi karena ada urusan mendadak di kantor desa, menyisakan Juleha sendirian di gubuk tersebut.
“Saat melihatmu datang, aku merasa lega karena merasa tidak sendirian lagi, Jo. Aku jujur nih, ini baru pertama kali aku mau mencoba membantu Pak Kades dengan pekerjaan sawahnya, tapi kan belum ada apa-apa yang bisa kami lakukan karena beliau harus pergi mendadak. Kamu sendiri tadi lihat, kan belum ada pekerjaan yang benar-benar dimulai?” ucap Juleha dengan nada yang sedikit tertekan.
Bejo, yang melihat kondisi Juleha yang terlihat resah dan menggigil karena kegelisahan yang melanda dirinya, merasa iba dan ingin membantu. Saat melihat wajah Juleha yang sedang berusaha mengatasi kesulitannya, serta melihat kondisi sawah milik Juleha yang juga membutuhkan perawatan, semangat dalam dirinya pun muncul. Entah dari mana datangnya keberanian, Bejo pun mengajak Juleha untuk bekerja sama merawat sawah mereka masing-masing, dengan memberikan dukungan dan juga pembelajaran tentang teknik bertani yang dia ketahui.
Tak lama setelah itu, Bejo pun menunjukkan cangkul miliknya yang telah dia rawat dengan baik. “Ini cangkul ku, Mba Juleha. Aku selalu merawatnya dengan baik karena dia adalah alat kerja paling penting bagiku,” ucap Bejo sambil menunjukkan cangkulnya. Juleha yang menggenggam cangkul milik Bejo terlihat terkejut. “Aku tidak menyangka kalau ternyata cangkulmu sangat besar dan panjang, bahkan melebihi cangkul milik almarhum suamiku dulu,” ujar Juleha sambil memeriksa cangkul tersebut dengan cermat.
Kebutuhan akan bantuan dalam mengelola sawahnya dan keinginan untuk belajar teknik bertani yang baru membuat Juleha mau menerima bantuan dari Bejo. Tak hanya itu, energi dalam dirinya juga kembali bangkit ketika melihat semangat dan kesungguhan Bejo dalam membantu dirinya. “Aku langsung merasa tertarik dengan cara kamu merawat alat kerja dan semangatmu dalam bertani, Jo. Kamu terlihat sangat macho dengan segala kesungguhanmu itu,” ucap Juleha dengan senyum hangat.
Setelah itu, Juleha pun mulai menservis cangkul milik Bejo dengan sangat cermat dan teliti, membersihkan setiap bagiannya dari tanah dan rerumputan yang menempel. Walaupun awalnya dia sedikit kesulitan karena ukuran cangkul yang cukup besar dan panjang, namun seiring berjalannya waktu dia justru semakin menikmati proses tersebut. “Walaupun awalnya agak sulit, tapi aku merasa senang bisa merawat alat kerja yang begitu penting bagimu, Jo,” ucap Juleha sambil terus bekerja.
Setelah selesai membersihkan cangkul, Juleha merasa sudah siap untuk mulai bekerja di sawahnya. “Jo, kita langsung saja mulai ya? Sawahku sudah sangat ingin merasakan bagaimana cangkulmu bekerja di sana. Aku sangat penasaran dengan hasil kerjanya karena kamu selalu merawatnya dengan baik dan katanya juga memiliki daya tahan yang luar biasa,” pinta Juleha setelah merasa sedikit kelelahan dari membersihkan cangkul.
Bejo yang masih kurang berpengalaman dalam membantu orang lain mengelola sawahnya merasa sedikit bingung. “Aku tidak tahu caranya dengan benar, Mba. Aku hanya pernah merawat sawah sendiri saja,” balas Bejo sambil tersenyum canggung. Mendengar itu, Juleha langsung memberikan bimbingan dengan lembut. “Hufffttt, ya sudah biar mba yang ajarin cara yang benar ya, Jo,” ujar Juleha dengan nada yang lembut namun penuh keyakinan.
Dengan penuh kesabaran, Juleha mulai mengajari Bejo cara mencangkul sawah dengan benar, mulai dari cara memegang cangkul, ayunan yang tepat, hingga kedalaman yang sesuai untuk mempersiapkan tanah sebelum tanam. Bejo yang mendapatkan bimbingan langsung dari Juleha merasa semakin paham dan mulai menguasai teknik tersebut. “Cara yang kamu ajarkan ini sangat berbeda dengan apa yang sering aku lihat di video pembelajaran di hp ku, Mba. Lebih jelas dan mudah dipahami,” ucap Bejo dengan antusias.
Saat Bejo mulai mencoba mencangkul sawah milik Juleha, Juleha memberikan arahan dengan lembut. “Pelan-pelan Jo, jangan terburu-buru. Nikmati setiap ayunan cangkulmu di sawahku, karena setiap gerakanmu akan berpengaruh pada kesuburan tanah dan hasil panen nantinya,” ucap Juleha sambil memejamkan mata sejenak untuk merasakan angin yang bertiup dan melihat kondisi sawahnya yang mulai terawat dengan baik.
Setelah beberapa saat bekerja bersama, sawah milik Juleha mulai menunjukkan perubahan yang signifikan. Tanah yang tadinya padat dan penuh dengan rerumputan mulai menjadi gembur dan siap untuk ditanami. Kedua orang tersebut pun merasa senang dengan hasil kerja sama mereka. Bejo merasa mendapatkan pembelajaran berharga tentang cara mencangkul yang benar, sementara Juleha merasa terbantu dan mendapatkan harapan baru dalam mengelola sawahnya setelah sekian lama merasa kesulitan.
Untuk mengetahui bagaimana kelanjutan cerita kerja sama dan persahabatan antara Bejo dan Juleha dalam mengelola sawah mereka, serta apa saja tantangan dan keberhasilan yang mereka alami, silakan unduh aplikasi MaxNovel melalui tautan resmi yang tersedia dan baca cerita lengkapnya dengan judul yang akan diumumkan segera. Pastikan untuk mengunduh aplikasi hanya dari sumber resmi agar mendapatkan konten berkualitas dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
(*)
