“BNN Jabar dan Reserse Polri: Kolaborasi Strategis Hadapi Evolusi Kejahatan Narkoba di Era Digital”

TNI-Polri

Bandung, 8 Desember 2025 – Di tengah peringatan Dirgahayu Reserse Polri ke-78, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol. M. Arief Ramdhani, S.I.K., menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat sinergi dengan Reserse Polri dalam menghadapi tantangan kejahatan narkoba yang semakin kompleks dan adaptif di era digital.

Dalam pernyataannya, Brigjen Pol. M. Arief Ramdhani menyoroti bahwa kejahatan narkoba telah bertransformasi, memanfaatkan teknologi dan celah hukum untuk memperluas jaringannya. Oleh karena itu, BNN dan Reserse Polri harus berkolaborasi secara strategis untuk mengembangkan metode deteksi, pencegahan, dan penindakan yang lebih efektif.

“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Kejahatan narkoba telah berevolusi, dan kita harus beradaptasi dengan cepat. Kolaborasi antara BNN dan Reserse Polri harus menjadi fondasi untuk membangun strategi yang lebih cerdas dan inovatif,” ujar Brigjen Pol. M. Arief Ramdhani.

Brigjen Pol. M. Arief Ramdhani juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pemberantasan narkoba. Ia mengajak seluruh jajaran BNN dan Reserse Polri untuk meningkatkan kemampuan dalam analisis data, cybercrime investigation, dan digital forensics.

“Kita harus mampu memanfaatkan data untuk memetakan jaringan narkoba, mengidentifikasi pelaku, dan memprediksi tren kejahatan. Teknologi adalah senjata kita untuk melawan kejahatan narkoba di era digital,” tegasnya.

Selain itu, Brigjen Pol. M. Arief Ramdhani juga menyoroti pentingnya pendekatan community policing dalam pemberantasan narkoba. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi, melakukan pengawasan, dan mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing.

“Masyarakat adalah garda terdepan dalam pemberantasan narkoba. Kita harus membangun kepercayaan dan kerjasama dengan masyarakat agar mereka merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungannya dari bahaya narkoba,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi, BNN Jabar dan Reserse Polri akan menggelar serangkaian pelatihan bersama, pertukaran informasi, dan operasi gabungan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan personel, mempercepat proses penanganan kasus, dan memutus mata rantai peredaran narkoba.

“Kita akan terus berupaya untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara BNN dan Reserse Polri. Bersama-sama, kita bisa mewujudkan Jawa Barat yang bersih dari narkoba dan melindungi generasi muda dari bahaya narkoba,” pungkas Brigjen Pol. M. Arief Ramdhani dengan optimisme tinggi.

Melalui kolaborasi strategis, pemanfaatan teknologi, dan pendekatan community policing, BNN Jabar dan Reserse Polri berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan efektivitas dalam memberantas kejahatan narkoba. Dengan semangat “Reserse Presisi Siap Melayani”, diharapkan penegakan hukum dapat dilakukan secara lebih profesional, akuntabel, dan berkeadilan, serta mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!