BERANGKAT BUAT NENANGIN, PULANG TINGGAL NAMA ANGGOTA SATPOL PP KEBUMEN MENINGGAL DUNIA SAAT EVAKUASI ODGJ YANG MENGAMUK, MENYOROT KESALAHAN PENGAMANAN PETUGAS LAPANGAN

Nasional


Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah — Sebuah peristiwa tragis yang menyisakan duka mendalam terjadi di Desa Krakal, Kabupaten Kebumen pada hari Senin (tanggal kejadian). Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) meninggal dunia saat menjalankan tugas kemanusiaan yaitu mengevakuasi seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menunjukkan perilaku agresif dan membahayakan lingkungan sekitar. Peristiwa ini tidak hanya merenggut nyawa seorang petugas yang hanya ingin menjaga keamanan bersama, tetapi juga membuka kembali pertanyaan mendasar tentang kesiapan dan pengamanan bagi petugas lapangan yang menjalankan tugas berisiko tinggi.

Awal mula kejadian bermula ketika sejumlah warga melapor ke pihak berwenang karena merasa resah dan terancam keamanannya. ODGJ yang tidak disebutkan namanya tersebut dikabarkan menunjukkan perilaku yang tidak terkendali, termasuk menyerang secara sembarangan dan merusak barang-barang milik warga. Demi menjaga keamanan masyarakat sekitar dan memberikan penanganan yang tepat kepada yang bersangkutan, pihak Satpol PP Kabupaten Kebumen menerjunkan beberapa petugas untuk melakukan pengamanan dan membawa ODGJ tersebut ke fasilitas kesehatan jiwa terdekat.

“Kita menerima laporan dari warga sekitar pukul… (waktu kejadian) bahwa ada orang yang sedang mengamuk dan membahayakan lingkungan. Langsung saja kita kirimkan petugas untuk menangani situasi, dengan tujuan utama mengamankan warga dan membawa korban (ODGJ) untuk mendapatkan perawatan. Tugas seperti ini memang menjadi bagian dari tanggung jawab kita dalam menjaga ketertiban dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Kebumen dalam keterangan resmi usai kejadian.

Namun, niat baik yang dibawa oleh petugas tersebut tidak berujung baik di lapangan. Di tengah proses evakuasi yang tengah berlangsung, situasi mendadak memburuk. ODGJ yang sedang diamankan tiba-tiba menyerang dengan sangat keras terhadap salah satu petugas, menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian… (bagian tubuh yang terluka, sesuai hasil penyelidikan). Rekan-rekan petugas yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan pertama dan mencoba membawanya ke rumah sakit terdekat. Namun, kondisi korban sudah terlalu kritis sehingga tidak mampu bertahan hidup dan meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.

“Saat proses pengamanan berlangsung, terjadi kejadian yang tidak terduga. Korban kita diserang secara tiba-tiba dan mendapatkan luka yang cukup berat. Kami langsung berusaha membawanya ke rumah sakit, tapi sayangnya dia tidak bisa diselamatkan,” ujar salah satu rekan korban dengan suara terengah-engah dan penuh kesedihan.

Setelah kejadian, jenazah korban segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kebumen untuk menjalani proses visum dan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Keluarga korban yang mendengar kabar tragis ini juga segera datang ke rumah sakit dan mengalami kehilangan yang sangat mendalam. Pihak Satpol PP Kabupaten Kebumen telah memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban, termasuk dalam hal pengaturan proses pemakaman dan bantuan finansial.

Sementara itu, ODGJ yang mengamuk akhirnya berhasil diamankan oleh aparat gabungan dari Satpol PP dan Polres Kebumen setelah melalui upaya yang cukup sulit. Setelah berhasil dikendalikan, yang bersangkutan langsung dibawa ke fasilitas kesehatan jiwa di wilayah Jawa Tengah untuk mendapatkan perawatan medis dan terapi yang diperlukan. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa ODGJ tersebut akan menjalani evaluasi menyeluruh untuk menentukan jenis dan tingkat perawatan yang dibutuhkan.

Peristiwa tragis ini meninggalkan rasa prihatin yang mendalam di kalangan aparatur dan masyarakat, sekaligus membuka kembali perbincangan tentang kesiapan dan perlindungan bagi petugas lapangan yang menjalankan tugas yang berisiko tinggi. Sejak lama, banyak pihak yang mengingatkan tentang pentingnya memberikan perlengkapan pengamanan yang memadai dan pelatihan khusus bagi petugas yang ditugaskan menangani kasus ODGJ atau situasi darurat lainnya. Namun, realitas yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak petugas yang harus “maju dulu, pengamanan belakangan”.

Seorang pengamat kebijakan publik yang fokus pada kesejahteraan aparatur sipil menyatakan bahwa kejadian ini adalah bentuk dari kegagalan sistem dalam melindungi petugasnya. “Tugas menangani ODGJ yang mengamuk bukanlah tugas yang bisa dianggap remeh. Ini bahkan bisa lebih berbahaya daripada tugas tertentu dalam kondisi perang, karena kita tidak bisa memprediksi perilaku yang akan muncul. Namun sayangnya, pengamanan yang diberikan kepada petugas lapangan masih sangat minim. Mereka hanya diberi seragam dan sedikit pelatihan, padahal nyawa mereka tidak bisa dijadikan alat uji coba untuk sistem yang belum matang,” ujarnya.

Di balik seragam yang mereka kenakan, para petugas adalah manusia biasa dengan keluarga yang menantikan keamanannya pulang. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perlindungan dan kesejahteraan petugas lapangan harus menjadi prioritas utama, bukan sesuatu yang hanya diperhatikan ketika terjadi kejadian tragis.

Pihak Satpol PP Provinsi Jawa Tengah dan Pemkab Kebumen telah menyatakan bahwa akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kejadian ini. Selain itu, juga akan melakukan evaluasi terhadap prosedur kerja dan perlengkapan yang diberikan kepada petugas yang menangani kasus serupa di masa depan. “Kita tidak ingin kejadian serupa terulang lagi. Setiap nyawa petugas adalah sangat berharga, dan kita akan melakukan segala upaya untuk memberikan perlindungan yang memadai serta pelatihan yang tepat agar mereka dapat menjalankan tugas dengan aman,” ujar Kepala Dinas Pemerintahan Dalam Negeri Provinsi Jawa Tengah.

Peristiwa tragis ini juga menjadi panggilan bagi seluruh pihak terkait untuk bekerja sama dalam menyusun kebijakan yang lebih baik, memberikan dukungan yang memadai bagi petugas lapangan, dan memastikan bahwa tugas kemanusiaan yang mereka jalankan tidak harus mengorbankan nyawa mereka. Semoga nyawa korban tidak lenyap sia-sia dan dapat menjadi batu loncatan bagi perubahan yang lebih baik bagi keselamatan petugas di seluruh Indonesia.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!