SMPN 27 Surabaya Luncurkan Gerakan “Gawai Sehat, Masa Depan Hebat”: Membangun Generasi Cerdas dan Aman di Ruang Digital

Nasional

Surabaya – SMP Negeri 27 Surabaya mengambil langkah nyata dalam menjawab tantangan era digital dengan meluncurkan gerakan bertajuk “Gawai Sehat, Masa Depan Hebat”. Inisiatif ini bertujuan menumbuhkan anak yang aman, cerdas, dan beradab di ruang digital, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Surabaya serta peraturan nasional tentang perlindungan anak di dunia maya.

Gerakan ini diwujudkan sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi yang membawa manfaat sekaligus risiko. Di satu sisi, gawai dan internet membuka akses luas terhadap ilmu pengetahuan dan komunikasi. Namun di sisi lain, paparan konten tidak pantas, perundungan digital, hingga kecanduan penggunaan perangkat menjadi ancaman nyata bagi tumbuh kembang remaja. Kepala Sekolah SMPN 27 Surabaya menegaskan, tujuan gerakan bukan melarang penggunaan teknologi, melainkan mengajarkan cara memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab.

Dalam pelaksanaannya, sekolah menerapkan aturan ketat sesuai Surat Edaran Wali Kota Surabaya. Siswa dilarang menggunakan gawai selama jam pelajaran kecuali atas instruksi guru untuk kebutuhan pembelajaran. Sekolah juga menyediakan tempat penyimpanan khusus agar perangkat dapat disimpan dengan aman selama kegiatan belajar berlangsung. Selain itu, seluruh warga sekolah dilarang mengakses atau menyebarkan konten berbahaya, mulai dari kekerasan, pornografi, hingga informasi palsu atau hoaks.

Pendidikan literasi digital menjadi pilar utama program ini. Siswa diberikan pemahaman tentang cara memilah informasi, menjaga privasi data pribadi, serta etika berkomunikasi di media sosial. Guru juga dilatih untuk mengenali tanda-tanda perundungan digital atau masalah kesehatan mental yang mungkin muncul akibat penggunaan gawai berlebihan, sehingga dapat memberikan pendampingan dini.

Tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, SMPN 27 Surabaya juga mengajak orang tua untuk berperan aktif. Melalui pertemuan dan sosialisasi, orang tua diberikan panduan tentang batasan waktu penggunaan gawai di rumah, disarankan maksimal 2 jam sehari di luar kebutuhan belajar, serta cara memantau aktivitas digital anak tanpa mengganggu kepercayaan. Sekolah menekankan bahwa perlindungan anak di ruang digital adalah tanggung jawab bersama antara institusi pendidikan, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

Gerakan ini juga selaras dengan rencana Surabaya yang akan mendeklarasikan diri sebagai Kota Sekolah Ramah Digital pada tahun 2026, serta mendukung Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak. Dengan pendekatan yang komprehensif, SMPN 27 Surabaya berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya mahir berteknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kemampuan menjaga diri di tengah arus informasi yang kompleks.

Melalui “Gawai Sehat, Masa Depan Hebat”, SMPN 27 Surabaya membuktikan bahwa pendidikan di era digital tidak hanya soal penguasaan teknologi, tetapi juga pembentukan kesadaran dan nilai-nilai moral. Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi sekolah lain dalam membangun ekosistem digital yang aman dan produktif bagi masa depan bangsa.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!