VIDEO TINDAKAN DIDUGA ASUSILA SEPASANG REMAJA DI ALUN-ALUN SIDOARJO VIRAL – PEMKAB SAYANGKAN DAN MINTAMAS RAIH KONTROL SOSIAL, WARGA: IRONIS UNTUK KOTA SANTRI

Nasional

SIDOARJO, 30 MARET 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menyampaikan rasa prihatin dan menyayangkan beredarnya video serta foto viral yang diduga memperlihatkan tindakan asusila yang dilakukan oleh sepasang remaja di kawasan Alun-alun Sidoarjo. Peristiwa yang disebut terjadi pada Selasa (24/3/2026) dini hari tersebut menjadi sorotan publik dan memicu keprihatinan karena melibatkan kalangan muda serta terjadi di ruang publik yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan sesuai dengan norma masyarakat.

Keterangan yang diperoleh menunjukkan bahwa video berdurasi lebih dari satu menit tersebut memperlihatkan sepasang remaja berpelukan di area taman sisi barat Alun-alun Sidoarjo. Rekaman yang diambil sekitar pukul 02.07 WIB menunjukkan keduanya dalam posisi yang tidak pantas dilakukan di ruang terbuka, yang kemudian menyebar luas melalui berbagai platform media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.

Adi, salah satu warga Sidoarjo yang menyaksikan video tersebut, menyampaikan rasa kekesalan dan kekhawatirannya. “Ironis saja. Seharusnya jam segitu digunakan untuk istirahat atau melakukan aktivitas yang positif. Ini malah berduaan di alun-alun, apa tidak dicari orang tuanya?” ujarnya pada hari Senin (30/3/2026), menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengawasi perkembangan anak-anak dan remaja.

Hal senada juga disampaikan Fariz, warga lainnya yang turut prihatin dengan kejadian tersebut. Sebagai daerah yang dikenal luas sebagai Kota Santri, ia menilai tindakan yang dilakukan oleh kedua remaja tersebut sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan agama yang telah menjadi ciri khas Sidoarjo. “Masak di kota santri ada muda-mudi berpelukan mesra dan duduk berdempetan seperti orang mesum gitu di ruang terbuka. Ya ironis,” tuturnya, menekankan bahwa ruang publik seharusnya dijaga kesuciannya dan menjadi tempat yang aman untuk semua kalangan.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak Pemkab Sidoarjo mengungkapkan bahwa mereka sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi dan meminta seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kontrol sosial di lingkungan sekitar. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk memiliki keberanian dalam menegur pelanggaran norma yang terjadi di ruang publik, sebagai bentuk upaya menjaga fungsi fasilitas kota yang merupakan milik bersama.

“Kita mengakui bahwa kejadian seperti ini sangat tidak diinginkan dan dapat memberikan citra yang kurang baik bagi Kabupaten Sidoarjo. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan teguran langsung jika menemukan perilaku tidak pantas di ruang publik,” ujar perwakilan Pemkab Sidoarjo. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk pencegahan cepat yang dapat dilakukan oleh setiap warga tanpa harus menunggu kehadiran petugas terkait.

Pihak Pemkab juga menambahkan bahwa selain teguran langsung dari masyarakat, pihak berwenang akan meningkatkan patroli malam hari di kawasan publik seperti Alun-alun Sidoarjo dan fasilitas umum lainnya. Tujuan dari peningkatan patroli adalah untuk mencegah terjadinya tindakan yang tidak sesuai dengan norma serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang mungkin memiliki aktivitas di luar rumah pada malam hari.

Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga akan bekerja sama dengan dinas pendidikan, dinas sosial, serta organisasi masyarakat untuk meningkatkan penyuluhan dan edukasi kepada kalangan muda tentang pentingnya menjaga etika dan norma masyarakat, terutama dalam berperilaku di ruang publik. Program edukasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran generasi muda tentang nilai-nilai yang berlaku dan pentingnya menjaga kehormatan diri serta nama baik daerah.

“Kita tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan melalui edukasi. Harapannya, kejadian serupa tidak akan terulang kembali dan Alun-alun Sidoarjo serta fasilitas publik lainnya dapat kembali menjadi tempat yang nyaman, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai budaya kita,” pungkas perwakilan Pemkab Sidoarjo.

Masyarakat yang dihubungi juga menyampaikan dukungan terhadap upaya yang akan dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo, dengan berharap bahwa kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar dan peran masing-masing dalam menjaga ketertiban serta nilai-nilai masyarakat.

SIDOARJO, 30 MARET 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menyampaikan rasa prihatin dan menyayangkan beredarnya video serta foto viral yang diduga memperlihatkan tindakan asusila yang dilakukan oleh sepasang remaja di kawasan Alun-alun Sidoarjo. Peristiwa yang disebut terjadi pada Selasa (24/3/2026) dini hari tersebut menjadi sorotan publik dan memicu keprihatinan karena melibatkan kalangan muda serta terjadi di ruang publik yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan sesuai dengan norma masyarakat.

Keterangan yang diperoleh menunjukkan bahwa video berdurasi lebih dari satu menit tersebut memperlihatkan sepasang remaja berpelukan di area taman sisi barat Alun-alun Sidoarjo. Rekaman yang diambil sekitar pukul 02.07 WIB menunjukkan keduanya dalam posisi yang tidak pantas dilakukan di ruang terbuka, yang kemudian menyebar luas melalui berbagai platform media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.

Adi, salah satu warga Sidoarjo yang menyaksikan video tersebut, menyampaikan rasa kekesalan dan kekhawatirannya. “Ironis saja. Seharusnya jam segitu digunakan untuk istirahat atau melakukan aktivitas yang positif. Ini malah berduaan di alun-alun, apa tidak dicari orang tuanya?” ujarnya pada hari Senin (30/3/2026), menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengawasi perkembangan anak-anak dan remaja.

Hal senada juga disampaikan Fariz, warga lainnya yang turut prihatin dengan kejadian tersebut. Sebagai daerah yang dikenal luas sebagai Kota Santri, ia menilai tindakan yang dilakukan oleh kedua remaja tersebut sangat tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan agama yang telah menjadi ciri khas Sidoarjo. “Masak di kota santri ada muda-mudi berpelukan mesra dan duduk berdempetan seperti orang mesum gitu di ruang terbuka. Ya ironis,” tuturnya, menekankan bahwa ruang publik seharusnya dijaga kesuciannya dan menjadi tempat yang aman untuk semua kalangan.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak Pemkab Sidoarjo mengungkapkan bahwa mereka sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi dan meminta seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kontrol sosial di lingkungan sekitar. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk memiliki keberanian dalam menegur pelanggaran norma yang terjadi di ruang publik, sebagai bentuk upaya menjaga fungsi fasilitas kota yang merupakan milik bersama.

“Kita mengakui bahwa kejadian seperti ini sangat tidak diinginkan dan dapat memberikan citra yang kurang baik bagi Kabupaten Sidoarjo. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan teguran langsung jika menemukan perilaku tidak pantas di ruang publik,” ujar perwakilan Pemkab Sidoarjo. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk pencegahan cepat yang dapat dilakukan oleh setiap warga tanpa harus menunggu kehadiran petugas terkait.

Pihak Pemkab juga menambahkan bahwa selain teguran langsung dari masyarakat, pihak berwenang akan meningkatkan patroli malam hari di kawasan publik seperti Alun-alun Sidoarjo dan fasilitas umum lainnya. Tujuan dari peningkatan patroli adalah untuk mencegah terjadinya tindakan yang tidak sesuai dengan norma serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang mungkin memiliki aktivitas di luar rumah pada malam hari.

Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga akan bekerja sama dengan dinas pendidikan, dinas sosial, serta organisasi masyarakat untuk meningkatkan penyuluhan dan edukasi kepada kalangan muda tentang pentingnya menjaga etika dan norma masyarakat, terutama dalam berperilaku di ruang publik. Program edukasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran generasi muda tentang nilai-nilai yang berlaku dan pentingnya menjaga kehormatan diri serta nama baik daerah.

“Kita tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan melalui edukasi. Harapannya, kejadian serupa tidak akan terulang kembali dan Alun-alun Sidoarjo serta fasilitas publik lainnya dapat kembali menjadi tempat yang nyaman, aman, dan sesuai dengan nilai-nilai budaya kita,” pungkas perwakilan Pemkab Sidoarjo.

Masyarakat yang dihubungi juga menyampaikan dukungan terhadap upaya yang akan dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo, dengan berharap bahwa kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar dan peran masing-masing dalam menjaga ketertiban serta nilai-nilai masyarakat.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!