
Kutim – Upaya menghadirkan pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat terus dilakukan Polres Kutai Timur melalui program pembangunan dan renovasi Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polres Kutim. Pada hari Kamis (20/03/2026), Kapolres Kutim Kombes Pol. Dr. H. Syahrul Anam, S.H., M.H., melaksanakan acara peluncuran serentak renovasi terhadap 13 jembatan yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Acara peluncuran yang dihadiri oleh Wakapolres Kutim, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutim, camat dari berbagai kecamatan terkait, serta perwakilan masyarakat lokal ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan memastikan keamanan serta kenyamanan perjalanan bagi warga yang setiap hari menggunakan jembatan-jembatan tersebut sebagai akses utama menuju pusat pemerintahan, pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
“Jembatan bukan hanya struktur bangunan yang menghubungkan dua titik lokasi, tetapi juga menjadi tulang punggung kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat. Melalui program Jembatan Merah Putih Presisi ini, kami berkomitmen untuk memulihkan dan meningkatkan kualitas infrastruktur yang telah mengalami kerusakan akibat penggunaan yang intensif serta kondisi alam yang terkadang ekstrem di wilayah Kutim,” ujar Kapolres Kutim dalam sambutannya.
Dari 13 jembatan yang akan direnovasi, delapan di antaranya berlokasi di Kecamatan Sangatta Utara, tiga di Kecamatan Bengalon, dan dua di Kecamatan Muara Wahau. Setiap jembatan memiliki kondisi kerusakan yang berbeda-beda, mulai dari keretakan pada pelat lantai, kerusakan pada pagar pengaman, hingga penurunan kualitas fondasi yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.
Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutim, Ir. Bambang Susanto, menyampaikan apresiasi terhadap langkah yang dilakukan Polres Kutim. Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam pengembangan infrastruktur sangat penting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Kutim. “Kami telah melakukan survey dan evaluasi bersama tim teknis dari Polres Kutim terhadap semua jembatan yang akan direnovasi. Proyek ini direncanakan selesai dalam waktu tiga bulan ke depan, dengan standar konstruksi yang sesuai dengan peraturan pemerintah untuk memastikan daya tahan dan keamanan jangka panjang,” jelasnya.
Dalam proses pelaksanaan renovasi, Polres Kutim juga akan bekerja sama dengan masyarakat lokal melalui program gotong royong untuk mempercepat proses pembangunan serta meningkatkan rasa memiliki terhadap infrastruktur publik. Beberapa pekerjaan ringan seperti pembersihan lingkungan sekitar jembatan dan pembuatan jalur alternatif sementara akan dilakukan dengan partisipasi aktif warga setempat.
Salah satu perwakilan masyarakat dari Desa Muara Kaman, Kecamatan Sangatta Utara, Supriyanto (45), menyampaikan rasa terima kasih atas dilakukannya renovasi jembatan yang selama ini menjadi akses utama bagi warga desa untuk memasuki kota. “Sebelumnya, jembatan kami sering mengalami masalah seperti permukaan yang tidak rata dan pagar yang rusak. Banyak warga yang merasa khawatir ketika harus melintas dengan kendaraan atau membawa anak-anak. Dengan adanya renovasi ini, kami sangat berharap aktivitas sehari-hari menjadi lebih lancar dan aman,” ucapnya dengan penuh semangat.
Selain fokus pada renovasi struktur fisik jembatan, Polres Kutim juga akan menyertakan beberapa komponen tambahan untuk mendukung kenyamanan dan keamanan pengguna, seperti penerangan jalan LED yang ramah lingkungan, rambu-rambu lalu lintas yang jelas, serta tempat penitipan sepeda untuk masyarakat yang berpergian dengan kendaraan roda dua.
Kapolres Kutim juga menegaskan bahwa program Jembatan Merah Putih Presisi ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam mendukung program pemerintah pusat tentang pembangunan infrastruktur pedesaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Kami berharap setelah renovasi selesai, jembatan-jembatan ini dapat benar-benar berperan sebagai katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal, mempermudah akses pasar bagi petani dan pengusaha kecil, serta memperkuat tali silaturahmi antarwilayah di Kutim,” pungkasnya.
Setelah acara peluncuran yang diisi dengan pemasangan tanda mulai konstruksi dan doa bersama, tim kontraktor yang telah ditunjuk segera memulai tahap persiapan lokasi untuk memulai proses renovasi pada hari berikutnya. Polres Kutim juga akan membentuk pos pengawasan khusus untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana, aman, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
