Ibu Asal Magetan Korban Penipuan Lowongan Kerja Akhirnya Bisa Kembali ke Kampung Halaman, Polri dari Kaltara hingga Jawa Timur Sinergi Pastikan Keselamatan dan Kepulangan

Nasional

SURABAYA – Seorang ibu asal Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang beberapa waktu lalu menjadi korban dugaan penipuan lowongan kerja, kini akhirnya bisa merasakan kehangatan rumah dan keluarga setelah melalui perjalanan panjang penuh tantangan. Perjalanan pulangnya yang penuh harapan tersebut tidak lepas dari peran serta aparatur kepolisian yang bekerja sama secara sinergis, mulai dari Provinsi Kalimantan Utara hingga Jawa Timur.

Sebelumnya, korban yang tidak diidentifikasi secara rinci demi menjaga privasinya ini ditemukan dan mendapatkan bantuan langsung dari Ipda Katon, anggota Divisi Pamong Praja dan Pertahanan Masyarakat (Pamapta) Polres Tarakan, Kalimantan Utara. Ipda Katon yang sedang menjalankan tugas pengamanan dan pemantauan keamanan masyarakat segera mengambil langkah cepat untuk memastikan keselamatan korban, sekaligus mengkoordinasikan langkah-langkah untuk memudahkan proses kepulangannya ke kampung halaman.

Setelah kondisi korban dinilai stabil dan siap untuk pulang, sinergi antar institusi kepolisian segera berjalan dengan lancar. Ipda Affan Farros dari Divisi Pamapta Polres Magetan kemudian ditugaskan untuk menjemput korban secara langsung di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur. Proses penjemputan berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian, dimana Ipda Affan juga memberikan dukungan emosional serta menjelaskan bahwa semua langkah telah diatur untuk memastikan korban tiba dengan selamat di rumahnya.

Tak lama kemudian, korban berhasil diantar kembali ke kediamannya di Desa Bulak, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di lokasi tersebut, keluarga korban yang telah lama menanti dengan cemas akhirnya bisa meraih kebahagiaan bertemu kembali dengan orang tersayangnya.

Kepada awak media yang meliput, perwakilan Polres Magetan menyampaikan bahwa kasus dugaan penipuan lowongan kerja ini akan terus ditindaklanjuti secara menyeluruh untuk menemukan dan menuntut hukum pelaku yang telah merugikan masyarakat. “Kami tidak hanya fokus pada pemulihan korban, namun juga akan memastikan bahwa pelaku tidak akan lepas dari tangan hukum. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk melindungi setiap warga negara,” ucap perwakilan tersebut.

Acara kepulangan korban juga menjadi bukti nyata bahwa institusi kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, namun juga memiliki peran penting dalam memberikan kepedulian dan rasa kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Di setiap langkah pengabdian yang kami lakukan, Polri selalu berusaha hadir untuk menjaga harapan masyarakat. Kepedulian dan kemanusiaan adalah bagian tak terpisahkan dari tugas kami dalam melindungi dan melayani masyarakat,” tambahnya.

Keluarga korban juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran kepolisian yang telah membantu proses kepulangan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak-bapak polisi dari Tarakan hingga Magetan yang telah dengan baik membantu istri saya pulang ke rumah. Tanpa bantuan mereka, kami tidak tahu bagaimana keadaan istri saya sekarang,” ucap salah satu anggota keluarga korban dengan suara penuh emosi.

Ke depan, Polri melalui berbagai satuan kerja akan terus meningkatkan upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk kejahatan, termasuk penipuan lowongan kerja. Selain itu, juga akan dilakukan penyuluhan secara berkala kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan menghindari terjebak dalam modus penipuan yang terus berkembang.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!