
Berau, Kalimantan Timur – 17 Maret 2026 – Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan sarana infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto secara resmi meresmikan hasil revitalisasi Jembatan Merah Putih yang berlokasi di RT.06, Kelurahan Gunung Tabur, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, pada hari Selasa (17/03/2026). Jembatan yang telah mengalami perbaikan menyeluruh ini diharapkan dapat meningkatkan akses mobilitas masyarakat dan mendukung perkembangan ekonomi lokal di wilayah tersebut.
Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, kepala desa, perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Berau, serta ratusan warga sekitar yang telah menanti kelengkapan infrastruktur penting ini. Dalam pidatonya, Kapolres Berau menyampaikan bahwa revitalisasi jembatan ini merupakan bagian dari program kolaboratif antara kepolisian dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk membangun wilayah yang lebih baik.
Jembatan Merah Putih merupakan akses utama yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Gunung Tabur dengan pusat kecamatan dan wilayah sekitarnya. Sebelum dilakukan revitalisasi, jembatan ini dalam kondisi cukup memprihatinkan dengan kerusakan pada struktur bangunan dan permukaan jalan yang tidak rata, sehingga menjadi bahaya bagi pengguna jalan dan menghambat mobilitas kendaraan serta barang.
“Selama ini, jembatan ini menjadi kendala utama bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terutama bagi para petani yang ingin membawa hasil panen ke pasar dan pelaku usaha yang ingin mendistribusikan barang. Bahkan pada musim hujan, kondisi jembatan menjadi lebih berbahaya dan seringkali harus ditutup sementara,” jelas Kepala Kelurahan Gunung Tabur, Hadi Santoso, dalam sambutannya.
Ide revitalisasi Jembatan Merah Putih pertama kali diajukan oleh masyarakat kepada pihak kepolisian pada awal tahun 2025. Setelah melakukan verifikasi dan evaluasi bersama dengan Dinas PU Kabupaten Berau, Kapolres Berau kemudian mengambil peran sebagai fasilitator untuk menggalang dana dan tenaga kerja guna melakukan perbaikan. Dana untuk revitalisasi berasal dari bantuan pemerintah daerah, sumbangan dari perusahaan swasta yang beroperasi di Kabupaten Berau, serta kontribusi sukarela dari masyarakat.
Proses revitalisasi dilakukan selama tiga bulan mulai dari Desember 2025 hingga Februari 2026, dengan fokus pada perbaikan struktur dasar jembatan, penggantian permukaan jalan dengan aspal berkualitas, pemasangan pagar pengaman berwarna merah putih yang menjadi ciri khas jembatan ini, serta penambahan sistem drainase untuk mencegah genangan air pada musim hujan.
Dimensi jembatan juga diperlebar dari semula 3 meter menjadi 5 meter, sehingga memungkinkan dua arah lalu lintas kendaraan roda dua dan roda empat dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, juga dipasang penerangan jalan pada malam hari untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan.
“Dengan selesainya revitalisasi ini, kami yakin mobilitas masyarakat akan menjadi lebih lancar dan aman. Para petani dapat dengan lebih mudah membawa hasil panen mereka, anak-anak sekolah tidak perlu lagi khawatir ketika harus melintas jembatan, dan perkembangan ekonomi lokal juga akan terdorong secara signifikan,” ujar AKBP Ridho Tri Putranto pada saat pemotongan pita peresmian.
Warga sekitar yang hadir pada acara peresmian menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kelengkapan jembatan ini. Siti Nurhaliza (45), seorang petani lokal, mengaku sangat bersyukur dengan adanya jembatan yang baru. “Sebelumnya, saya harus menghabiskan waktu lebih lama untuk membawa hasil panen jagung ke pasar karena harus mengambil jalan alternatif yang jauh. Sekarang dengan jembatan yang baik, saya bisa sampai lebih cepat dan hasil panen juga tidak mudah rusak,” katanya dengan senyum bahagia.
Kapolres Berau menjelaskan bahwa revitalisasi Jembatan Merah Putih tidak mungkin terlaksana tanpa kerja sama yang sinergis antara berbagai pihak. Selain menjadi fasilitator, pihak kepolisian juga turut memberikan bantuan tenaga kerja melalui personel yang memiliki keahlian di bidang konstruksi, serta melakukan pengawasan keamanan selama proses pembangunan berlangsung.
“Kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program seperti ini menjadi bukti bahwa kita dapat bekerja sama dengan baik untuk mencapai tujuan bersama, yaitu membangun Berau yang lebih maju dan sejahtera,” jelas AKBP Ridho Tri Putranto.
Perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Berau, Ahmad Fauzi, menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemeliharaan berkala terhadap jembatan ini agar tetap dalam kondisi baik dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam jangka panjang. Selain itu, juga akan dilakukan pemantauan secara berkala terhadap struktur jembatan untuk memastikan keamanannya.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Berau juga mengumumkan bahwa pihaknya bersama dengan pemerintah daerah sedang merencanakan serangkaian program pembangunan infrastruktur akses mobilitas masyarakat di beberapa wilayah lain di Kabupaten Berau. Beberapa lokasi yang menjadi prioritas adalah jembatan dan jalan desa yang berada di wilayah perbatasan dan masih dalam kondisi kurang memadai.
“Kita tidak akan berhenti di sini. Ada masih banyak infrastruktur yang membutuhkan perhatian kita untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami akan terus berupaya menggali potensi kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan,” pungkas AKBP Ridho Tri Putranto.
Acara peresmian ditutup dengan pemandangan bersama masyarakat yang melintas melalui jembatan untuk pertama kalinya setelah revitalisasi selesai, serta penyerahan bantuan paket sembako kepada beberapa keluarga kurang mampu di sekitar wilayah Gunung Tabur sebagai bentuk kepedulian pihak kepolisian terhadap masyarakat.
