
MALANG – Polres Malang meningkatkan intensitas pengamanan dan patroli di seluruh stasiun kereta api serta terminal transportasi umum yang berada di wilayah Kabupaten Malang, seiring dengan semakin dekatnya Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah strategis ini diambil dengan tujuan utama untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para pemudik, sekaligus memastikan situasi ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga dalam kondisi kondusif selama periode pergerakan masyarakat yang tinggi.
Sebagai upaya konkret dalam pelaksanaan tugasnya, sejumlah personel kepolisian telah disiagakan secara terpadu untuk melakukan patroli berkala dan pengawasan 24 jam di titik-titik transportasi publik yang telah diidentifikasi sebagai lokasi dengan prediksi peningkatan aktivitas masyarakat selama musim mudik tahun ini. Personel yang ditempatkan tidak hanya fokus pada pengamanan fisik, tetapi juga siap memberikan bantuan serta informasi yang diperlukan bagi para penumpang yang melakukan perjalanan pulang kampung atau aktivitas perjalanan lainnya menjelang hari raya.
Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menyampaikan bahwa peningkatan skala pengamanan ini merupakan bentuk wujud pelayanan profesional dari kepolisian kepada seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik. “Kami secara khusus meningkatkan upaya pengamanan dan patroli di seluruh stasiun kereta api maupun terminal umum di Kabupaten Malang. Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk memastikan bahwa setiap pemudik dapat merasakan rasa aman dan nyaman selama proses perjalanan mereka, mulai dari saat tiba di tempat keberangkatan hingga sampai di tujuan,” ujar Bambang dalam keterangan resmi yang diberikan pada hari Senin (16/3/2026).
Selain menjalankan tugas pengamanan dan pengawasan, petugas kepolisian juga melakukan pemantauan secara teratur terhadap dinamika pergerakan jumlah penumpang di sejumlah stasiun dan terminal utama. Salah satu lokasi yang menjadi fokus pemantauan adalah Stasiun Kepanjen, yang berperan sebagai salah satu titik keberangkatan dan kedatangan utama bagi penumpang kereta api baik jarak jauh maupun lokal di wilayah Kabupaten Malang.
Berdasarkan data yang telah dihimpun dan diproses oleh tim pemantau Polres Malang pada hari Senin (16/3) menjelang jam siang hari, jumlah penumpang kereta api jarak jauh yang melakukan keberangkatan dari Stasiun Kepanjen tercatat sebanyak 248 orang. Sementara itu, jumlah penumpang kereta api jarak jauh yang tiba dan keluar dari stasiun tersebut mencapai angka 247 orang.
Untuk kategori kereta api lokal yang melayani perjalanan antar kota dan kecamatan di sekitar Kabupaten Malang, jumlah penumpang yang melakukan keberangkatan dari Stasiun Kepanjen pada hari yang sama tercatat mencapai 648 orang. Sedangkan jumlah penumpang lokal yang tiba dan turun di stasiun tersebut sebanyak 599 orang. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas pergerakan masyarakat melalui moda transportasi kereta api telah mulai menunjukkan tren peningkatan yang signifikan menjelang periode puncak mudik Lebaran.
AKP Bambang Subinajar menambahkan bahwa pemantauan terhadap jumlah dan aktivitas penumpang di berbagai stasiun dan terminal merupakan bagian dari langkah antisipatif yang dilakukan oleh Polres Malang untuk menghadapi kemungkinan lonjakan mobilitas masyarakat dalam beberapa minggu ke depan. “Kami terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan aktivitas penumpang di setiap titik transportasi publik. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi yang matang agar kami dapat dengan cepat menyesuaikan strategi dan sumber daya jika terjadi peningkatan yang drastis dalam mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri,” jelasnya.
Selain berbagai upaya yang telah dilakukan, Polres Malang juga mengeluarkan imbauan khusus kepada seluruh masyarakat yang akan menggunakan fasilitas transportasi publik selama periode mudik maupun aktivitas sehari-hari menjelang lebaran. Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga ketertiban bersama dan memperhatikan aspek keamanan selama berada di area stasiun maupun terminal. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk segera melaporkan kepada petugas kepolisian atau petugas keamanan yang bertugas jika menemukan adanya hal atau aktivitas yang mencurigakan di sekitar area transportasi publik.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu tetap waspada dan tidak ragu untuk segera melapor kepada petugas yang bertugas jika melihat adanya sesuatu yang dianggap tidak biasa atau mencurigakan. Dengan kerja sama yang erat antara kepolisian dan masyarakat, kita dapat bersama-sama menjaga agar situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga dengan baik, sehingga seluruh aktivitas perjalanan menjelang Lebaran dapat berjalan dengan lancar dan aman,” pungkas Bambang Subinajar dalam akhir keterangannya.
(red)
