
PALEMBANG – Dalam rangka memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang jatuh pada tanggal 21-22 Maret 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) bersama dengan pihak Bulog Cabang Sumsel melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional, pasar modern, serta gudang Bulog di wilayah Palembang, Senin (02/03/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini bertujuan untuk memantau kondisi stok komoditas pokok, mengawasi perkembangan harga, serta memastikan tidak terjadi praktik pemalsuan atau penyimpangan distribusi yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dalam menyambut hari raya. Sidak ke Pasar Tradisional: Pantau Harga dan Ketersediaan Komoditas Primer
Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Disperindag Sumsel, Bapak Haryanto, S.E., M.M., pertama kali mengunjungi Pasar 16 Ilir, salah satu pasar tradisional terbesar di Palembang. Di lokasi ini, tim melakukan pengecekan langsung terhadap harga dan stok berbagai komoditas pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat menjelang Idul Fitri, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih.
“Hasil pantauan awal menunjukkan bahwa sebagian besar komoditas memiliki stok yang cukup, namun terdapat beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan harga dibandingkan periode sebelumnya. Misalnya, harga cabai rawit saat ini mencapai Rp70.000 per kilogram, sedangkan cabai merah berada di kisaran Rp45.000 per kilogram. Kenaikan ini disebabkan oleh faktor keterbatasan pasokan akibat cuaca yang tidak menentu di beberapa daerah penghasil komoditas tersebut,” jelas Haryanto saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi.
Selain memantau harga, tim juga berinteraksi dengan para pedagang untuk mendengar keluhan dan masukan terkait peredaran bahan pokok. Salah satu pedagang, Ibu Siti Aminah (45), menyampaikan bahwa meskipun harga beberapa komoditas naik, mereka berusaha menjualnya dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat. “Kita juga berharap pemerintah dapat membantu memperlancar distribusi agar stok tetap terjaga dan harga tidak melambung tinggi menjelang hari raya,” ujarnya.
Setelah Pasar 16 Ilir, rombongan melanjutkan sidak ke Pasar Cinde dan Pasar Pemuda. Di kedua pasar tersebut, kondisi umumnya sama dengan Pasar 16 Ilir, di mana stok sebagian besar komoditas masih aman namun terdapat fluktuasi harga pada beberapa jenis barang. Kunjungan ke Pasar Modern: Pastikan Harga Konsisten dan Layanan Masyarakat
Selanjutnya, tim bergerak ke beberapa pusat perbelanjaan modern di Palembang, antara lain Plaza Indonesia Palembang dan Transmart Palembang. Di sini, pemeriksaan difokuskan pada kesesuaian harga yang ditampilkan dengan harga yang dibebankan kepada konsumen, serta ketersediaan barang dalam jumlah yang memadai.
Kepala Bagian Operasional Plaza Indonesia Palembang, Bapak Rinaldi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan matang untuk menjawab kebutuhan masyarakat jelang Idul Fitri. “Kami bekerja sama dengan berbagai supplier untuk memastikan stok barang selalu mencukupi. Selain itu, kami juga menerapkan kebijakan harga yang stabil dan transparan agar konsumen merasa nyaman berbelanja di sini,” ujarnya.
Haryanto menegaskan bahwa pasar modern memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga karena seringkali menjadi referensi harga bagi masyarakat luas. “Kami mengingatkan pihak pengelola pasar modern untuk tidak melakukan praktik harga tinggi atau pemalsuan label harga. Jika ditemukan pelanggaran, akan diberikan tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tegasnya. Inspeksi ke Gudang Bulog: Stok Beras Aman, Distribusi Ditingkatkan
Puncak kegiatan sidak pada hari ini adalah kunjungan ke Gudang Bulog Cabang Sumsel yang berlokasi di Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami. Di sini, rombongan diterima langsung oleh Kepala Cabang Bulog Sumsel, Bapak Supriyanto, S.TP., yang kemudian menjelaskan kondisi stok dan persiapan distribusi beras jelang Idul Fitri.
“Stok beras di Gudang Bulog Cabang Sumsel saat ini mencapai 5.000 ton, yang terdiri dari berbagai jenis beras seperti IR 64, Ciherang, dan Mentik Wangi. Kebutuhan beras di wilayah Sumsel jelang Idul Fitri diperkirakan sekitar 1.200 ton per minggu, sehingga dengan stok yang ada saat ini, kami yakin dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga setelah hari raya,” jelas Supriyanto.
Ia juga menambahkan bahwa pihak Bulog telah meningkatkan frekuensi distribusi beras ke berbagai titik penjualan di seluruh Sumsel, baik ke pasar tradisional, pasar modern, maupun ke warung-warung yang bekerja sama dengan Bulog. “Kami juga telah menyediakan program beras murah yang dapat diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah melalui berbagai kanal yang telah ditentukan,” ujarnya.
Haryanto menyampaikan apresiasi terhadap persiapan yang telah dilakukan oleh Bulog Cabang Sumsel. “Stok beras yang aman adalah salah satu kunci utama untuk menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat jelang hari raya. Kami berharap kerjasama antara pemerintah dan Bulog dapat terus terjalin dengan baik untuk memastikan kebutuhan bahan pokok masyarakat terpenuhi,” ucapnya. Langkah Antisipasi: Operasi Pasar Murah dan Pengawasan Berkelanjutan
Untuk mengantisipasi kenaikan harga yang lebih tinggi dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi seluruh lapisan masyarakat, Pemerintah Provinsi Sumsel akan segera melaksanakan Operasi Pasar Murah (OPM) yang akan digelar di berbagai titik strategis di seluruh Provinsi Sumsel mulai dari tanggal 10 Maret 2026. Dalam kegiatan ini, berbagai komoditas pokok akan dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
“Selain OPM, kami juga akan meningkatkan pengawasan terhadap peredaran bahan pokok secara berkala hingga menjelang hari raya. Tim gabungan dari Disperindag, Satpol PP, dan pihak terkait akan terus melakukan patroli ke pasar-pasar untuk mencegah praktik yang tidak diinginkan,” jelas Haryanto.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau hoarding terhadap bahan pokok, karena hal ini dapat menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga yang tidak perlu. “Masyarakat dapat membeli bahan pokok sesuai dengan kebutuhan saja, karena stok yang tersedia cukup aman dan distribusi akan terus diperlancar,” pungkasnya.
Kegiatan sidak pasar dan gudang Bulog pada hari ini diakhiri dengan rapat koordinasi antara pihak pemerintah dan pelaku usaha untuk membahas langkah-langkah lebih lanjut dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok jelang Idul Fitri 1447 H. Semoga dengan berbagai upaya yang dilakukan, masyarakat Sumsel dapat menyambut hari raya dengan tenang dan penuh kebahagiaan.
(*)
