
PPU – Dalam langkah konkret untuk memperkuat pengawasan internal dan membendung potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan institusi, Seksi Profesi dan Pengamanan (Sie Propam) Polres Penajam Paser Utara (PPU) melaksanakan pemeriksaan urine secara mendadak terhadap sejumlah personel kepolisian, pada hari Senin (02/03/2026). Kegiatan yang dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya ini menjadi bukti nyata komitmen Polres PPU untuk menjaga kebersihan barisan dari pengaruh zat terlarang yang dapat merusak profesionalisme dan integritas anggota Korps Bhayangkara.
Tes Mendadak Sebagai Strategi Pengawasan Internal yang Efektif
Pemeriksaan urine kali ini diselenggarakan dengan konsep mendadak, di mana personel yang akan diperiksa tidak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya. Strategi ini dipilih untuk memastikan hasil pemeriksaan yang akurat dan objektif, sehingga mampu menggambarkan kondisi sebenarnya terkait penyalahgunaan narkotika di lingkungan internal Polres PPU.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Sie Propam Polres PPU AKP Agus Setiawan, S.H., didampingi oleh anggota Sie Propam dan petugas dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres PPU yang memiliki keahlian khusus dalam pemeriksaan zat terlarang. Sebanyak 75 personel dari berbagai unit kerja di Polres PPU menjadi objek pemeriksaan pada kesempatan ini, mencakup anggota dari Satuan Samapta, Satuan Reserse, Bagian Umum, serta personel yang bertugas di pos polisi sepanjang wilayah hukum Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Kami memilih metode tes mendadak karena ini adalah cara paling efektif untuk mendapatkan data yang valid. Dengan tidak memberikan waktu persiapan, kita dapat melihat kondisi sebenarnya dan memastikan bahwa setiap anggota Polri di wilayah PPU bebas dari pengaruh narkotika,” jelas AKP Agus Setiawan saat memberikan penjelasan terkait tujuan kegiatan.
Menjaga Kedisiplinan dan Integritas sebagai Prioritas Utama
Pemeriksaan urine ini merupakan bagian dari rangkaian upaya berkelanjutan yang dilakukan oleh Polres PPU dalam menjaga kedisiplinan, integritas, dan profesionalisme seluruh personel. Sebagai institusi yang bertugas melindungi masyarakat dan menegakkan hukum, Polri wajib menjadi contoh yang baik dengan menjaga diri dari segala bentuk penyalahgunaan zat terlarang yang dapat mengganggu kinerja serta merusak citra institusi di mata publik.
Selama proses pemeriksaan, seluruh personel yang diperiksa mengikuti prosedur dengan tertib dan penuh kerjasama. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat tes cepat yang telah terstandarisasi dan memiliki akurasi tinggi, sehingga hasilnya dapat diketahui dalam waktu singkat. Setiap sampel urine yang diperiksa juga diawasi secara ketat untuk memastikan tidak ada manipulasi atau kecurangan dalam proses pengambilan dan pemeriksaan sampel.
“Kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Oleh karena itu, pengawasan internal terhadap penyalahgunaan narkotika harus dilakukan secara konsisten dan tidak mengenal kompromi. Setiap anggota yang terbukti positif menggunakan narkotika akan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan internal Polri,” tegas Kapolres PPU AKBP Heru Prasetyo, S.I.K., M.H., yang turut memantau pelaksanaan kegiatan.
Upaya Berkelanjutan untuk Menjaga Barisan Bhayangkara Bersih
Kegiatan pemeriksaan urine secara mendadak ini tidak akan menjadi hal yang satu kali saja. Sie Propam Polres PPU menjelaskan bahwa tes urine akan terus dilakukan secara berkala dan secara acak untuk memastikan bahwa seluruh personel tetap berada dalam kondisi sehat dan bebas dari pengaruh narkotika. Selain itu, Polres PPU juga akan terus meningkatkan program pendidikan dan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika bagi seluruh anggota, mulai dari perwira hingga bintara dan tamtama.
“Kita tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan. Melalui pendidikan dan penyuluhan yang berkelanjutan, kita harapkan setiap anggota Polri dapat memahami betul bahaya narkotika dan memiliki komitmen untuk menjaga diri serta rekan satu unit dari pengaruh zat terlarang tersebut,” tambah AKP Agus Setiawan.
Selain itu, Polres PPU juga mengajak seluruh anggota untuk saling mengawasi dan melaporkan apabila menemukan tanda-tanda mencurigakan terkait penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja. Kolaborasi dan dukungan dari seluruh personel menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kebersihan barisan Korps Bhayangkara di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Hasil pemeriksaan urine yang dilakukan pada hari Senin tersebut menunjukkan bahwa seluruh personel yang diperiksa dinyatakan negatif terhadap penyalahgunaan narkotika jenis apapun. Hal ini menjadi bukti bahwa upaya pengawasan dan pendidikan yang dilakukan oleh Polres PPU telah memberikan hasil yang positif, serta menunjukkan komitmen nyata seluruh anggota untuk menjaga diri dari pengaruh zat terlarang.
