Lapas Kelas IIA Sidoarjo Panen Telur dari Program Pembinaan Ayam Petelur – Program Kemandirian Berjalan Satu Tahun Berhasil Berdampak Nyata, Bekali WBP Keterampilan Peternakan dan Karakter Produktif

Nasional

Sidoarjo, 9 Februari 2026 – Lapas Kelas IIA Sidoarjo yang berada di bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang berdampak nyata bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu program unggulan yang kini mulai menunjukkan hasil positif adalah pembinaan kemandirian berupa budidaya ayam petelur, yang pada hari ini melaksanakan kegiatan panen telur dengan melibatkan langsung WBP yang tergabung dalam kelompok pembinaan. Program yang telah berjalan selama satu tahun ini tidak hanya menghasilkan produk yang bermanfaat, tetapi juga membekali WBP dengan keterampilan praktis serta membentuk karakter tanggung jawab, disiplin, dan kemandirian sebagai bekal utama ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Kegiatan panen telur yang berlangsung di area peternakan khusus Lapas Kelas IIA Sidoarjo dimulai pada pukul 08.30 WIB, dengan proses yang seluruhnya dikelola oleh WBP yang telah melalui pelatihan intensif di bidang peternakan ayam petelur. Mulai dari perawatan kandang secara rutin, pemberian pakan dan air minum sesuai jadwal, pemantauan kesehatan ternak, hingga proses pemanenan telur dilakukan oleh WBP dengan penuh tanggung jawab dan keahlian yang telah mereka kuasai selama menjalani program ini.

“Saat ini kami memiliki sekitar 500 ekor ayam petelur yang dipelihara dengan sistem yang baik. Pada panen hari ini, kami berhasil mendapatkan sekitar 350 butir telur berkualitas baik, yang merupakan hasil dari kerja keras dan dedikasi para WBP yang terlibat,” ujar salah satu WBP yang menjadi koordinator kelompok budidaya ayam petelur, yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa partisipasi dalam program ini telah memberikan makna baru bagi kehidupannya di dalam lapas, serta membuatnya merasa lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas.

Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo yang tidak disebutkan nama secara resmi dalam siaran pers menyampaikan bahwa program pembinaan ini merupakan bagian penting dari implementasi konsep pembinaan berbasis produktivitas yang telah menjadi fokus kerja lapas selama satu tahun terakhir, sesuai dengan tema tahunan “Bergerak – Berdampak”. “Melalui program peternakan ayam petelur ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan WBP setelah bebas nanti. Tidak hanya menghasilkan produk yang dapat mendukung kebutuhan internal, tetapi juga membentuk karakter mandiri dan siap berdaya saing di masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, proses pembelajaran dalam program ini dirancang secara menyeluruh, mulai dari teori dasar peternakan hingga praktik langsung yang dilakukan setiap hari. Para WBP juga diajarkan mengenai manajemen usaha sederhana, mulai dari perencanaan produksi hingga pemeliharaan catatan keuangan untuk kegiatan budidaya tersebut. Hal ini bertujuan agar mereka tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki pemahaman tentang bagaimana mengembangkan usaha mandiri di masa depan.

Hasil panen telur dari program budidaya ayam petelur ini memiliki dua tujuan utama penggunaan. Sebagian besar akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan internal lapas, khususnya sebagai sumber protein bagi WBP dan petugas. Sedangkan bagian lainnya akan dikembangkan sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi produktif, di mana hasil penjualan telur akan digunakan untuk membiayai pengembangan program lebih lanjut maupun memberikan bagian insentif kepada WBP yang terlibat sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka.

“Kami berencana untuk mengembangkan program ini dengan menambah jumlah ternak dan bahkan membuka kesempatan bagi WBP untuk mengelola unit usaha kecil yang terkait dengan budidaya ini. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi program pembinaan lainnya di Lapas Kelas IIA Sidoarjo,” tambah Kepala Lapas.

Selain program budidaya ayam petelur, Lapas Kelas IIA Sidoarjo juga telah menjalankan beberapa program pembinaan kemandirian lainnya, seperti budidaya sayuran organik, pembuatan kerajinan tangan dari bahan daur ulang, dan pelatihan keterampilan komputer dasar. Semua program tersebut dirancang untuk mengakomodasi minat dan potensi masing-masing WBP, serta selaras dengan tujuan utama pemasyarakatan yaitu membentuk pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

Dengan berjalannya berbagai program pembinaan yang inovatif dan berkelanjutan ini, diharapkan WBP di Lapas Kelas IIA Sidoarjo tidak hanya dapat meningkatkan kualitas diri selama berada di dalam pemasyarakatan, tetapi juga memiliki kesiapan mental, keterampilan kerja, dan semangat kemandirian yang kuat ketika mereka kembali ke lingkungan masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko kejahatan berulang dan membantu mereka untuk membangun kehidupan yang lebih baik di masa depan.

(Hery)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!