POLRESTA SIDOARJO GELAR OPERASI KESELAMATAN SEMERU 2026 SELAMA 14 HARI — FOKUS PENDEKATAN HUMANIS DAN EDUKATIF UNTUK TINGKATKAN DISIPLIN LALU LINTAS

TNI-POLRI Nasional


Kabupaten Sidoarjo Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sidoarjo resmi melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang akan berlangsung selama 14 hari berturut-turut, terhitung mulai hari Kamis (2/2/2026) hingga hari Kamis (15/2/2026). Kegiatan yang dirancang sebagai upaya strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus menekan angka kecelakaan yang sering terjadi di berbagai ruas jalan di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Operasi ini juga menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

SUBJUDUL  UPAYA MENEKAN KECELAKAAN, FOKUS PADA PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT

Operasi Keselamatan Semeru 2026 digelar sebagai respons terhadap data kecelakaan lalu lintas yang masih membutuhkan perhatian serius di wilayah Sidoarjo. Menurut data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sidoarjo, pada bulan Januari 2026 saja tercatat sebanyak 32 kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban luka-luka dan 3 kasus meninggal dunia. Sebagian besar kasus disebabkan oleh faktor kurangnya kesadaran akan peraturan lalu lintas dan perilaku tidak tertib di jalan raya.

“Kita melihat bahwa banyak kecelakaan yang sebenarnya dapat dicegah jika setiap pengguna jalan memiliki kesadaran yang baik dan mematuhi peraturan. Operasi ini dirancang bukan hanya untuk penertiban, tetapi lebih kepada upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya berlalu lintas yang aman dan tertib,” jelas Wakapolresta Sidoarjo AKBP M. Zainur Rofik dalam acara peluncuran operasi.

PARAGRAF PERKERASAN PENDEKATAN HUMANIS DAN EDUKATIF JADI UTAMA

Salah satu poin utama dari Operasi Keselamatan Semeru 2026 adalah pendekatan humanis dan edukatif yang menjadi fokus utama dalam pelaksanaannya. AKBP M. Zainur Rofik menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak hanya akan melakukan penertiban terhadap pelanggar, tetapi lebih banyak memberikan pemahaman dan edukasi tentang dampak dari pelanggaran lalu lintas.

“Kita mengutamakan pendekatan yang ramah dan mendidik. Bagi pelanggar pertama yang tidak membahayakan keselamatan diri maupun orang lain, kita akan memberikan edukasi langsung di lokasi, memberikan brosur informasi tentang keselamatan lalu lintas, dan mengingatkan agar tidak mengulangi kesalahan. Tindakan tegas akan diberikan hanya kepada pelanggar yang melakukan pelanggaran berat atau telah berulang kali melanggar peraturan,” ujarnya.

Selama operasi berlangsung, personel Satlantas Polresta Sidoarjo akan ditempatkan di lebih dari 20 titik pos pengawasan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo, terutama di ruas jalan strategis dan rawan kecelakaan seperti Jalan Raya Surabaya-Sidoarjo, Jalan Raya Sidoarjo-Gresik, Jalan Porong-Krian, Jalan Raya Buduran, serta kawasan sekolah dan pusat aktivitas masyarakat.

DETAIL KEGIATAN SERTAI DENGAN SOSIALISASI KE BERBAGAI LEMBAGA

Selain pengawasan dan penertiban di jalan raya, Operasi Keselamatan Semeru 2026 juga dilengkapi dengan rangkaian kegiatan sosialisasi yang dilakukan ke berbagai lembaga dan komunitas. Tim dari Satlantas Polresta Sidoarjo akan mengunjungi sekolah-sekolah, kantor pemerintah, perusahaan, serta kelompok masyarakat untuk memberikan materi tentang keselamatan lalu lintas.

Kegiatan sosialisasi akan mencakup berbagai topik penting, antara lain pentingnya penggunaan helm standar nasional untuk pengendara sepeda motor, penggunaan sabuk pengaman bagi pengendara mobil, larangan mengemudi dalam kondisi mabuk atau mengantuk, serta pentingnya mematuhi rambu lalu lintas dan aturan berlalu lintas. Di sekolah-sekolah, sosialisasi juga akan difokuskan pada keselamatan bagi pelajar yang menggunakan kendaraan atau berjalan kaki ke sekolah.

Selain itu, pihak Polresta Sidoarjo juga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta organisasi masyarakat untuk melakukan penataan lalu lintas di titik-titik yang sering mengalami kepadatan dan menjadi sumber masalah lalu lintas.

KERJASAMA DENGAN MASYARAKAT  DIPERLOHAN PERAN AKTIF UNTUK KESELAMATAN BERSAMA

AKBP M. Zainur Rofik mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung keberhasilan Operasi Keselamatan Semeru 2026. Menurutnya, keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama yang tidak dapat hanya diemban oleh kepolisian semata.

“Kita mengimbau masyarakat untuk saling mengingatkan dan mengawasi lingkungan sekitar. Jika menemukan pelanggaran lalu lintas atau kondisi yang membahayakan keselamatan di jalan raya, silakan melaporkannya melalui saluran yang telah kami sediakan. Selain itu, kita juga mengharapkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk mengikuti dan menerapkan apa yang telah kita sampaikan dalam kegiatan sosialisasi,” pungkasnya.

Banyak masyarakat yang menyambut baik pelaksanaan operasi ini. Seorang pengemudi mobil yang sering melintas di Jalan Raya Sidoarjo-Gresik, Bapak Agus Supriyanto (40 tahun), menyatakan bahwa pendekatan humanis dan edukatif sangat tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. “Sangat baik kalau operasi ini tidak hanya tentang tilang dan denda, tetapi juga memberikan pemahaman yang benar tentang keselamatan. Semoga dengan ini, perilaku masyarakat di jalan raya bisa semakin baik,” ujarnya.

PENUTUP KOMITMEN BERLANJUT UNTUK LALU LINTAS YANG AMAN

Operasi Keselamatan Semeru 2026 diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Meskipun operasi hanya berlangsung selama 14 hari, pihak Polresta Sidoarjo menyatakan bahwa komitmen untuk menjaga keamanan lalu lintas akan terus berlanjut bahkan setelah operasi selesai.

“Operasi ini adalah awal dari upaya berkelanjutan kita untuk menciptakan sistem lalu lintas yang lebih baik. Setelah operasi selesai, kita akan terus melakukan pengawasan dan edukasi secara berkala, serta mengevaluasi hasil yang telah dicapai untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan lalu lintas di masa depan,” jelas AKBP M. Zainur Rofik.

Pihak Polresta Sidoarjo juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan diri dan orang lain saat berada di jalan raya, serta mematuhi semua peraturan lalu lintas yang berlaku. Dengan kerja sama yang erat antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan Kabupaten Sidoarjo dapat menjadi contoh daerah dengan lingkungan lalu lintas yang aman dan tertib.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!