
SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) secara resmi membuka proses pembangunan jembatan penyeberangan baru yang akan menghubungkan kawasan Jembatan Merah dengan wilayah Kota Timur pada hari Sabtu (27/1/2026). Proyek yang bernilai investasi sekitar 1,2 triliun rupiah ini direncanakan selesai pada akhir tahun 2026 dan diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas serta mempermudah akses mobilitas bagi masyarakat dan pelaku usaha di kedua wilayah tersebut.
Dalam acara peletakan batu pertama yang dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta jajaran pemerintah kota dan perwakilan kontraktor, diketahui bahwa jembatan baru ini memiliki panjang sekitar 850 meter dan lebar 22 meter dengan empat jalur lalu lintas (dua arah) serta jalur khusus untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda. Desain jembatan juga mengusung konsep ramah lingkungan dengan penerapan sistem drainase yang modern dan taman vertikal di sisi-sisi jembatan.
“Jembatan penyeberangan baru ini merupakan salah satu prioritas pembangunan infrastruktur kota kami untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Wilayah Kota Timur telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir, namun akses yang terbatas menjadi salah satu kendala utama. Dengan hadirnya jembatan ini, kami yakin akan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendorong investasi baru, serta memberikan kenyamanan lebih bagi warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari,” ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam sambutannya.
Kepala Dinas PUPR Kota Surabaya, Budi Santoso, menjelaskan bahwa proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan akan meminimalkan gangguan terhadap lalu lintas di sekitar lokasi proyek. Tim kontraktor yang telah memiliki pengalaman dalam pembangunan infrastruktur besar akan menerapkan standar keselamatan dan kualitas yang tinggi selama proses konstruksi.
“Kami telah melakukan kajian mendalam terkait rencana pelaksanaan proyek ini, termasuk pengaturan alih jalur lalu lintas sementara dan penanganan dampak lingkungan. Seluruh tahapan pembangunan akan diawasi ketat oleh tim teknisi kami untuk memastikan bahwa jembatan yang dibangun memiliki kualitas terbaik dan aman untuk digunakan dalam jangka panjang,” jelas Budi Santoso.
Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi lokal. Rencananya, sekitar 60% pekerja yang terlibat dalam pembangunan akan berasal dari kalangan masyarakat sekitar, sehingga dapat menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Beberapa usaha kecil dan menengah (UKM) di sekitar lokasi proyek juga akan mendapatkan kesempatan untuk memasok barang dan jasa yang dibutuhkan selama proses pembangunan.
Perwakilan kontraktor yang menangani proyek ini, PT Bangun Cipta Infrastruktur, menyampaikan komitmen untuk menyelesaikan pembangunan tepat waktu dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. “Kami sangat menghargai kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah kota Surabaya untuk menangani proyek yang memiliki arti penting ini. Tim kami telah siap dengan sumber daya manusia dan teknologi yang terbaik untuk memastikan bahwa pembangunan berjalan lancar dan menghasilkan hasil yang memuaskan,” ujar Direktur Utama PT Bangun Cipta Infrastruktur, Rudi Hartono.
Masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah proyek juga menyambut baik pelaksanaan pembangunan jembatan baru ini. Siti Nurhaliza, seorang pedagang di Pasar Jembatan Merah, mengaku berharap bahwa jembatan baru dapat meningkatkan kunjungan pembeli dari wilayah Kota Timur dan memberikan dampak positif bagi usaha nya. “Kami sangat senang dengan adanya proyek ini. Semoga dengan cepat selesai dan dapat membawa perubahan yang baik bagi kita semua,” ujarnya.
Selain sebagai sarana penyeberangan, jembatan baru ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti penerangan jalan yang efisien, sistem pengamanan CCTV, serta area istirahat bagi pejalan kaki. Pemerintah kota juga berencana untuk mengembangkan kawasan sekitar jembatan menjadi pusat aktivitas masyarakat dengan penambahan taman kota dan fasilitas rekreasi lainnya setelah pembangunan selesai.
Hingga saat ini, persiapan lokasi proyek telah memasuki tahap akhir dengan pembongkaran beberapa bangunan yang berada di jalur jembatan dan penyediaan material pembangunan yang telah dimulai. Proses konstruksi struktur utama jembatan dijadwalkan akan dimulai pada bulan Maret 2026 mendatang.
Pemerintah Kota Surabaya berharap bahwa dengan selesainya pembangunan jembatan penyeberangan baru ini, akan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan kota Surabaya menjadi lebih maju, modern, dan ramah bagi seluruh masyarakatnya. “Kita akan terus berkomitmen untuk melakukan pembangunan yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi kota kita tercinta. Jembatan baru ini bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga simbol harapan bagi masa depan yang lebih baik,” tutup Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
(red)
