MBG Diliburkan Sebulan, Negara Bisa Hemat Rp 36 Triliun? JPPI Bongkar Hitung-hitungan & Kualitas Makanan Saat Ramadan

Nasional

JARINGAN Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengajukan usulan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama bulan Ramadan. Alasannya tidak hanya berkaitan dengan aktivitas puasa sebagian siswa, tetapi juga untuk mencapai efisiensi anggaran negara yang signifikan.

Berdasarkan perhitungan JPPI, dengan asumsi biaya MBG mencapai Rp 1,2 triliun per hari, maka peliburan program selama 30 hari Ramadan berpotensi menghemat anggaran negara hingga mencapai angka Rp 36 triliun. Angka tersebut dianggap cukup besar untuk dapat dialokasikan pada kebutuhan pendidikan lainnya.

Koordinator JPPI, Ubaid Matraji, menjelaskan bahwa pengalaman selama tahun-tahun sebelumnya menunjukkan kondisi yang tidak menguntungkan terkait kualitas makanan MBG saat Ramadan atau periode libur sekolah. Berbagai masalah sering ditemui, mulai dari penyajian makanan kemasan yang kurang segar, nasi yang menjadi keras, sayuran yang layu, hingga kasus makanan yang tidak layak untuk dikonsumsi.

“Kualitas yang menurun ini bukan hanya membuang anggaran, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak kita. Padahal tujuan utama MBG adalah untuk mendukung pertumbuhan dan prestasi belajar siswa,” ujar Ubaid.

Selain efisiensi anggaran, JPPI menegaskan bahwa jeda selama Ramadan seharusnya dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh mitra penyedia MBG yang masih memiliki berbagai permasalahan. “Supaya setelah Lebaran, tidak ada lagi anak yang menerima makanan tak layak bahkan beracun,” tegas Ubaid dengan tegas.

Lebih jauh, pihak JPPI menilai bahwa jumlah Rp 36 triliun bukanlah angka yang bisa dianggap remeh. Dana sebesar itu, jika dialihkan dan dikelola dengan tepat serta transparan, memiliki potensi besar untuk mengubah wajah pendidikan nasional. Misalnya, dapat digunakan untuk memperbaiki fasilitas sekolah, meningkatkan kualitas buku pelajaran, atau memberikan bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!