
NAKHON RATCHASIMA, THAILAND – Sebuah bencana tragis melanda Provinsi Nakhon Ratchasima pada hari Rabu (14/01/2026), ketika sebuah derek konstruksi besar roboh dan menimpa kereta penumpang yang sedang dalam perjalanan. Jumlah korban tewas terus bertambah dari waktu ke waktu, dan hingga berita ini ditayangkan, setidaknya telah mencapai 28 orang, sementara 80 penumpang lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi – korban terluka terbanyak adalah bayi berusia satu tahun dan lansia berumur 85 tahun.
Kereta penumpang yang menjadi korban insiden ini mengangkut sebanyak 195 orang dan sedang dalam perjalanan dari ibu kota Bangkok menuju Provinsi Ubon Ratchathani. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 waktu lokal Thailand, di distrik Sikhio, Provinsi Nakhon Ratchasima, lokasi yang berjarak sekitar 230 kilometer dari Bangkok.
Menurut laporan dari media lokal ternama The Nation, sesaat sebelum derek jatuh, alat berat tersebut sedang dalam proses mengangkat segmen beton besar sebagai bagian dari proyek konstruksi jalan raya yang sedang berlangsung di dekat jalur rel. Tak lama kemudian, derek mengalami kegagalan struktur dan jatuh secara tiba-tiba ke arah jalur rel yang sedang dilintasi oleh kereta penumpang.
“Derek tersebut kemudian menjatuhkan beban beton besarnya ke atas kereta, menyebabkan sejumlah gerbong tergelincir dari rel dan mengalami kerusakan parah,” demikian dikutip dari laporan The Nation. Media tersebut juga menambahkan bahwa dua gerbong pertama dari arah lokomotif mengalami kerusakan paling parah karena menjadi titik kontak langsung dengan segmen beton yang jatuh, sementara gerbong ketiga dan keempat mengalami kerusakan signifikan dan bahkan terlepas dari rangka utama kereta.
Selain tertimpa beban derek dan segmen beton, insiden ini juga menyebabkan sebagian dari kereta terbakar setelah terjadi gesekan yang cukup kuat antara gerbong dengan rel atau karena adanya korsleting listrik akibat kerusakan struktur kereta. Api yang muncul membuat proses penyelamatan menjadi semakin sulit dan memperparah korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Pada saat kecelakaan terjadi, sebagian besar penumpang di dalam kereta adalah pelajar yang sedang dalam perjalanan ke sekolah atau mengikuti kegiatan belajar di distrik lain, serta pekerja yang sedang menuju tempat kerja. Kondisi ini membuat jumlah korban muda dan produktif cukup signifikan dalam kejadian tragis ini.
Thirasak Wongsoongnern, seorang kru yang bekerja di kereta tersebut, memberikan keterangan kepada media lokal Thairath Online mengenai kronologi kejadian yang ia saksikan langsung. Menurutnya, kereta yang ia tumpangi terdiri dari tiga gerbong, dengan gerbong pertama tidak mengalami kerusakan karena berada di bagian depan yang tidak terkena benturan langsung.
“Gerbong pertama tidak rusak, sementara dua gerbong lainnya tertabrak secara langsung dan menjadi pusat sebagian besar kasus kematian dan cedera yang terjadi,” ujar Thirasak. Ia juga menjelaskan bahwa kereta tersebut tengah melaju dengan kecepatan sekitar 120 kilometer per jam ketika kecelakaan terjadi secara tiba-tiba.
“Saat derek jatuh dan menimpa kereta, saya merasakan benturan yang sangat kuat sehingga saya dan sebagian besar penumpang di sekitar saya terlempar ke udara di dalam gerbong. Setelah keadaan sedikit tenang, saya bergegas membantu para penumpang yang terluka dan terjebak. Namun saya tak dapat bergerak ke arah gerbong kedua karena pada saat itu gerbong tersebut sudah terbakar dengan cukup besar dan sulit untuk didekati,” tambahnya dengan nada penuh kesedihan.
Pihak berwenang Thailand termasuk Korps Kepolisian Thailand, tim penyelamat nasional, serta tim medis dari berbagai rumah sakit di sekitar Provinsi Nakhon Ratchasima segera merespons kejadian ini dengan mengirimkan sejumlah kendaraan penyelamat, ambulans, dan alat berat untuk membantu proses evakuasi korban serta membersihkan lokasi kejadian. Proses penyelamatan dilakukan dengan sangat cepat namun hati-hati mengingat kondisi lokasi yang penuh dengan puing-puing dan beberapa bagian kereta yang masih dalam kondisi tidak stabil serta berpotensi mengalami kebakaran kembali.
Pemerintah Thailand telah mengeluarkan pernyataan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengumumkan bahwa akan membentuk tim penyelidikan khusus untuk mengklarifikasi penyebab pasti dari ambruknya derek konstruksi tersebut. Selain itu, pihak pemerintah juga akan memberikan bantuan medis dan finansial kepada keluarga korban serta korban terluka yang membutuhkan dukungan lebih lanjut.
Saat ini, proses penyelamatan korban yang masih terjebak di bawah puing-puing masih terus berlangsung, sementara tim penyelidikan sedang melakukan pemeriksaan awal terhadap alat berat derek yang roboh serta lokasi proyek konstruksi untuk mendapatkan bukti yang diperlukan dalam menyelidiki akar penyebab dari bencana tragis yang menimpa rakyat Thailand ini.
(*)
