Derek Ambruk Menimpa Kereta Penumpang di Provinsi Nakhon Ratchasima Thailand, Rabu (14/01) – Puluhan Tewas dan Puluhan Lainnya Terluka

Nasional

NAKHON RATCHASIMA, THAILAND – Sebuah bencana tragis melanda Provinsi Nakhon Ratchasima pada Rabu pagi (14/01/2026), ketika sebuah derek berat ambruk dan menimpa kereta penumpang yang sedang melintas di jalur rel yang melewati kawasan tersebut. Kejadian ini mengakibatkan korban jiwa yang cukup banyak, dengan puluhan orang dinyatakan tewas dan puluhan lainnya menderita luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Kereta penumpang yang menjadi korban insiden ini merupakan kereta yang rutin beroperasi dari Stasiun Kereta Api Bangkok menuju Provinsi Ubon Ratchathani, dengan rute yang melewati beberapa provinsi di bagian timur Thailand. Menurut data yang diperoleh dari pihak Kereta Api Negara Thailand (State Railway of Thailand/SRT), pada saat kejadian terjadi terdapat sebanyak 195 orang di dalam kereta, termasuk kru dan penumpang yang berasal dari berbagai kalangan usia.

Kejadian terjadi sekitar pukul 08.30 waktu lokal Thailand, ketika kereta sedang melintas melewati area dekat sebuah proyek konstruksi jalan raya yang sedang berlangsung di sekitar distrik Pak Chong, Provinsi Nakhon Ratchasima. Menurut laporan dari media lokal ternama Thailand, The Nation, alat berat derek yang ambruk tersebut sedang dalam proses mengangkat segmen beton besar sebagai bagian dari pekerjaan konstruksi yang sedang berjalan. Tak lama kemudian, derek tersebut mengalami kegagalan struktur dan jatuh secara tiba-tiba ke arah jalur rel yang berada tidak jauh dari lokasi proyek.

“Alat berat tersebut sedang melakukan pekerjaan pengangkutan segmen beton besar sesaat sebelum terjadi kegagalan. Saat kita menyaksikan, derek tampaknya tidak mampu menahan bobot beban yang diangkat, diikuti dengan gerakan tidak stabil pada kaki penyanggahnya, sehingga akhirnya menjatuhkan beban beserta bagian dari struktur dereknya sendiri ke atas kereta yang sedang melintas,” ujar seorang saksi mata kejadian yang tidak ingin disebutkan namanya kepada wartawan yang datang ke lokasi.

Setelah menimpa kereta, beban beton dan bagian derek yang jatuh menyebabkan sejumlah gerbong kereta tergelincir dari rel dan mengalami kerusakan parah. Gerbong yang paling terkena dampak adalah gerbong kedua dan ketiga dari arah lokomotif, yang menjadi titik kontak langsung dengan puing-puing derek dan beban beton. Korban jiwa sebagian besar ditemukan di kedua gerbong tersebut, sementara korban luka tersebar di gerbong sekitarnya serta pada beberapa penumpang yang berhasil keluar sebelum bantuan tiba.

Pihak berwenang termasuk tim penyelamat dari Korps Kepolisian Thailand, tim medis dari rumah sakit lokal, serta petugas Badan Penanggulangan Bencana Thailand segera merespons kejadian ini dengan mengirimkan sejumlah kendaraan penyelamat dan ambulans ke lokasi. Proses evakuasi korban dilakukan dengan sangat cepat namun hati-hati mengingat kondisi lokasi yang cukup sulit dengan banyak puing-puing yang menyebar dan beberapa bagian kereta yang masih dalam kondisi tidak stabil.

Jenderal Chaiwat Karnjana, Kepala Divisi Penyelamatan Kepolisian Thailand yang memimpin operasi di lokasi, menyampaikan bahwa hingga pukul 13.00 waktu lokal, sebanyak 32 orang telah dinyatakan tewas di lokasi atau saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan sebanyak 47 orang lainnya mengalami luka, dengan 19 di antaranya dalam kondisi kritis dan sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat.

“Kita telah melakukan evakuasi sebanyak mungkin korban dalam waktu sesingkat mungkin. Saat ini tim penyelamat masih sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh pada setiap gerbong untuk memastikan tidak ada lagi korban yang terjebak di bawah puing-puing. Kami juga bekerja sama dengan pihak SRT untuk memblokir jalur rel tersebut sementara waktu hingga proses penanganan selesai dan penyelidikan penyebab kejadian selesai dilakukan,” jelas Jenderal Chaiwat dalam konferensi pers singkat di lokasi kejadian.

Menurut informasi dari pihak pengelola proyek konstruksi, derek yang digunakan dalam pekerjaan tersebut telah melalui pemeriksaan keamanan sebelum digunakan dan dikendalikan oleh operator yang memiliki sertifikasi resmi. Namun demikian, pihak berwenang telah membentuk tim penyelidikan khusus untuk mengklarifikasi penyebab pasti dari ambruknya derek tersebut, termasuk pemeriksaan kondisi alat berat, prosedur kerja yang diterapkan, serta faktor lingkungan yang mungkin menjadi pemicu kejadian.

Pihak Kereta Api Negara Thailand juga telah mengumumkan pembatalan dan pengalihan rute bagi sejumlah kereta yang memiliki rute melewati jalur tersebut. Mereka juga telah membentuk tim untuk membantu keluarga korban dalam proses identifikasi dan pengurusan administrasi yang diperlukan, serta memberikan bantuan finansial dan medis bagi mereka yang terkena dampak kejadian.

Peristiwa tragis ini menjadi perhatian luas di seluruh Thailand, dengan banyak pihak menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap agar korban yang terluka segera sembuh. Pemerintah Thailand juga telah menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keamanan proyek konstruksi yang berada di dekat jalur rel maupun jalan raya untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!