ANGGOTA DPR RI ASAL JAWA TIMUR ARMUJI TANGGAPI TEGAS VIDEO ANCAMAN DARI SEKELOMPOK ORMAS MADAS: “TIDAK PERLU DIBESAR-BESARKAN, FOKUS PADA PEKERJAAN WAKIL RAKYAT”

Nasional

JAKARTA – SURABAYA, 2 Januari 2026 – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) asal Jawa Timur, Armuji, memberikan tanggapan tegas namun penuh kedewasaan terhadap video yang tengah beredar luas di media sosial, di mana sekelompok anggota organisasi masyarakat yang disebut Madas melontarkan serangkaian ancaman terhadap dirinya. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui kantornya di Surabaya dan Jakarta, Armuji menyatakan bahwa video tersebut tidak menjadi masalah serius dan ia memilih untuk menanggapinya dengan sikap tenang serta optimis, tanpa ingin memupuk suasana ketegangan yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat.

Video yang berdurasi sekitar 3 menit tersebut mulai menyebar pada hari Senin (1 Januari 2026) melalui berbagai platform media sosial, dengan menunjukkan beberapa orang yang mengaku sebagai anggota Madas menyampaikan tuntutan dan pernyataan yang dianggap sebagai ancaman terhadap Armuji terkait beberapa kebijakan dan pernyataan yang telah disampaikannya sepanjang masa jabatannya sebagai wakil rakyat. Namun, Armuji menegaskan bahwa ia tidak melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang perlu diperbesar atau dijadikan isu yang mengganggu stabilitas.

“SETIAP WARGA NEGARA MEMILIKI HAK MENYAMPAIKAN PENDAPAT SELAMA DI KORIDOR HUKUM”

Dalam konferensi pers yang digelar di kantor perwakilannya di Surabaya, Armuji menekankan bahwa prinsip dasar demokrasi di Indonesia memberikan hak bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi, selama dilakukan dengan cara yang sesuai dengan hukum dan norma sosial yang berlaku. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari dinamika kehidupan berdemokrasi dan dunia politik.

“Ancaman yang disampaikan dalam video tersebut bukan sesuatu yang layak dibesar-besarkan. Saya selalu berpegang pada prinsip bahwa setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat mereka. Yang penting adalah apakah penyampaiannya dilakukan dalam koridor hukum atau tidak. Saya meminta masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi atau menyikapi video ini dengan cara yang negatif, karena hal itu justru akan memperparah situasi dan tidak memberikan manfaat bagi siapapun,” ujar Armuji dengan nada yang tenang dan tegas.

Beliau juga mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga suasana kondusif dan tidak membiarkan perbedaan pandangan berubah menjadi konflik yang tidak perlu. Menurutnya, perbedaan pendapat dalam politik dan urusan masyarakat adalah hal yang wajar, namun harus bisa diselesaikan dengan cara yang santun dan penuh rasa hormat satu sama lain.

FOKUS PADA PEKERJAAN DAN PROGRAM, TIDAK INGIN MEMUPUK KETEGANGAN

Armuji menyatakan bahwa dirinya lebih memilih untuk fokus pada tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota DPR RI, termasuk mengawal kebijakan negara yang bermanfaat bagi rakyat Jawa Timur dan seluruh Indonesia, serta menjalankan berbagai program yang telah direncanakan untuk kemajuan masyarakat. Ia menegaskan bahwa tantangan dalam dunia politik, termasuk kritik dan perbedaan pandangan, sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari profesi sebagai wakil rakyat, sehingga ia tidak ingin terjebak dalam situasi yang bisa mengganggu fokus kerja.

“Sebagai wakil rakyat, saya punya tugas besar untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Saya lebih memilih untuk menghabiskan waktu dan energi untuk hal-hal yang produktif, seperti mengawal pembuatan undang-undang yang bermanfaat, memantau pelaksanaan program pemerintah, dan membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan. Saya tidak ingin memupuk suasana ketegangan yang justru bisa memecah persatuan dan menghambat kerja sama yang dibutuhkan untuk kemajuan daerah dan negara,” jelasnya.

Armuji juga menyampaikan bahwa selama ini ia selalu terbuka untuk menerima masukan dan kritikan dari berbagai kalangan, termasuk dari organisasi masyarakat yang ada di Jawa Timur maupun seluruh Indonesia. Menurutnya, dialog yang terbuka dan saling menghormati adalah kunci untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dan mencapai kesepakatan yang bermanfaat bagi semua pihak.

“Untuk saya, hal paling penting adalah menjaga dialog lebih santun dan saling menghormati di tengah perbedaan. Saya selalu siap untuk bertemu dan berkomunikasi dengan siapa saja, termasuk dengan pihak yang memiliki pandangan berbeda dengan saya. Karena melalui komunikasi yang baik, kita bisa menemukan titik temu dan jalan keluar yang terbaik bagi semua pihak,” tambahnya.

MEMANTAU PERKEMBANGAN, SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA APARAT PENEGAK HUKUM

Meskipun sikapnya tenang dan tidak ingin memperbesar masalah, Armuji tidak menutup kemungkinan pihaknya akan memantau perkembangan situasi tersebut secara lebih cermat dan seksama. Ia menyatakan bahwa jika ditemukan unsur-unsur dalam video tersebut yang benar-benar melanggar hukum atau mengancam keamanan serta keselamatan diri dan orang lain, maka ia akan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Saya tidak akan mengabaikan jika memang ada unsur yang melanggar hukum. Namun, saya juga tidak akan mengambil tindakan yang sembarangan atau berdasarkan emosi semata. Segala sesuatu akan saya serahkan kepada pihak berwenang untuk ditangani dengan sesuai prosedur hukum. Tidak perlu menjadikan pernyataan ancaman itu sebagai isu besar yang mengganggu stabilitas masyarakat atau menghambat kerja sama yang kita butuhkan,” ucap Armuji.

Beliau juga mengimbau kepada aparat penegak hukum untuk bisa bertindak secara objektif dan profesional dalam menangani kasus ini, jika memang diperlukan. Menurutnya, supremasi hukum harus tetap ditegakkan, namun juga harus disertai dengan proses yang adil dan transparan bagi semua pihak yang terlibat.

PUBLIK BERI RESPON BERAGAM, ISU KEMBALI BUKA PERBINCANGAN TENTANG PERLAKUAN FIGUR PUBLIK

Pernyataan yang disampaikan Armuji tersebut mendapat berbagai respons dari kalangan publik dan warganet. Sebagian besar memberikan apresiasi terhadap sikap dewasa dan tidak terbawa emosi yang ditunjukkan oleh Armuji, menyatakan bahwa hal tersebut menjadi contoh yang baik bagi figur publik lainnya dalam menghadapi kritik atau ancaman dari masyarakat.

“Sikap Bapak Armuji sangat dewasa dan patut dicontoh. Daripada bereaksi emosional, ia lebih memilih untuk fokus pada pekerjaannya dan menyerahkan masalah kepada pihak berwenang. Ini menunjukkan bahwa beliau benar-benar berpikir untuk kepentingan rakyat,” tulis salah satu pengguna media sosial dari Surabaya.

Namun, sebagian lainnya berpendapat bahwa ancaman terhadap figur publik tetap perlu ditindak tegas oleh aparat penegak hukum, demi menjaga rasa aman masyarakat dan memastikan bahwa supremasi hukum tetap ditegakkan di negara ini. Menurut mereka, setiap bentuk ancaman tidak boleh dianggap remeh, karena bisa menjadi awal dari tindakan yang lebih berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat.

“Ancaman adalah ancaman, tidak peduli dari siapa itu datang. Pihak berwenang harus segera menindaklanjuti untuk mencari tahu latar belakang dan motif di balik video tersebut, serta memberikan tindakan yang sesuai jika memang ada pelanggaran hukum. Ini penting untuk menjaga rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum kita,” komentar pengguna media sosial lainnya.

Isu ini kembali membuka perbincangan yang luas di kalangan masyarakat dan akademisi tentang bagaimana figur publik seharusnya menghadapi komentar, kritik, dan tekanan dari berbagai kelompok masyarakat, serta pentingnya menyeimbangkan antara kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi dengan penghormatan terhadap hukum dan norma sosial yang berlaku di masyarakat Indonesia. Banyak yang menekankan bahwa dalam sebuah negara hukum, setiap bentuk ekspresi harus tetap berada dalam batasan hukum, dan setiap pelanggaran harus mendapatkan sanksi yang sesuai agar keharmonisan dan stabilitas masyarakat tetap terjaga.

Beberapa akademisi dari universitas di Jawa Timur menyatakan bahwa kasus ini menjadi contoh penting tentang bagaimana dinamika hubungan antara figur publik dan masyarakat di era digital saat ini, di mana informasi bisa menyebar dengan sangat cepat dan memiliki dampak yang luas. Menurut mereka, diperlukan pemahaman yang baik dari kedua pihak tentang hak dan kewajiban masing-masing, serta kemauan untuk berkomunikasi secara terbuka dan konstruktif untuk menyelesaikan berbagai perbedaan yang muncul.

Armuji sendiri menegaskan bahwa ia akan tetap konsisten dengan prinsip dan sikap yang telah dianutnya selama ini, yaitu bekerja keras untuk rakyat, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta selalu mencari cara terbaik untuk menyelesaikan masalah melalui jalur yang benar dan sesuai dengan hukum.

“Semoga kasus ini tidak mengganggu suasana kondusif yang kita butuhkan untuk kemajuan daerah dan negara. Saya berharap kita semua bisa fokus pada hal-hal yang positif dan bermanfaat, serta bekerja sama untuk membangun Indonesia yang lebih baik di tahun 2026 dan masa depan,” pungkas Armuji dalam penutup konferensi persnya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!