
Malam Minggu yang seharusnya penuh ketenangan dan kesunyian di Desa Sumarayar, Kecamatan Langowan Timur, Sulawesi Utara, berubah menjadi momen duka yang menyakitkan. Seorang pejalan kaki lanjut usia, Dance Irot (78), warga tetap Desa Sumarayar, menjadi korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Minggu malam (28/12/2025) sekitar pukul 19.45 Wita, di jalan raya utama yang melintasi desa tersebut.
Menurut keterangan saksi mata yang berada di dekat lokasi kejadian, korban sedang berjalan kaki menuju rumahnya setelah mengunjungi tetangga di sekitar jalan raya ketika tiba-tiba ditabrak oleh sepeda motor tipe Honda Blade dengan nomor polisi DB 8301 JF yang datang dari arah belakang. Kejadian berlangsung dengan cepat dan tidak terduga, membuat korban tidak sempat menghindari. Saksi mata yang melihat insiden tersebut menyatakan bahwa sepeda motor tersebut tampak sedang melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi meskipun kondisi malam dan jalan raya yang tidak terlalu terang.
Setelah menabrak korban, pengendara sepeda motor tidak berhenti untuk memberikan pertolongan atau memeriksa kondisi korban. Sebaliknya, pengendara langsung melarikan diri dengan arah menuju Kecamatan Langowan, meninggalkan Dance Irot yang tergeletak di tengah jalan dengan kondisi luka-luka. Saksi mata segera menolong korban dengan memanggil bantuan darurat dan memberitahu keluarga korban yang berada di rumah.
Beberapa menit kemudian, tim Penyelamat Kesehatan Darurat (PKD) dari RS Budi Setia Langowan tiba di TKP (Tempat Kejadian) dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis segera. Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh dokter, ditemukan bahwa korban mengalami luka memar di bagian kepala, tungkai kiri, dan punggung. Saat ini, Dance Irot masih menjalani perawatan di ruang perawatan inap RS Budi Setia Langowan dan kondisinya dinyatakan stabil meskipun masih membutuhkan pengawasan ketat dari tim medis.
Setelah mendapatkan laporan dari warga, petugas Kepolisian Kantor Polisi Resor (Polres) Minahasa Utara segera mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan awal. Tim penyelidikan polisi mengamati lingkungan sekitar, mengumpulkan informasi dari saksi mata, dan mengamankan barang bukti yang ditemukan di lokasi, antara lain sisa ban sepeda motor yang terlepas saat menabrak korban dan jejak bekas roda yang masih terlihat di permukaan jalan. Pihak kepolisian juga telah mengambil foto dan video TKP sebagai bukti dalam proses penyelidikan.
Kapten Polisi X, yang memimpin tim penyelidikan, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan upaya maksimal untuk mengungkap identitas pengendara sepeda motor yang melarikan diri. “Kami telah mengumpulkan berbagai petunjuk dan informasi dari saksi mata serta barang bukti yang ditemukan. Kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap data pengendara sepeda motor dengan nomor polisi yang tercatat saksi mata dan melakukan penyebaran informasi ke satuan polisi lain di sekitar daerah untuk membantu penangkapan pelaku,” ungkapnya dalam keterangan pers yang diberikan ke media lokal.
Keluarga korban, yang merasa sedih dan kecewa dengan tindakan pengendara yang melarikan diri, menyampaikan harapan agar pelaku segera ditangkap dan mendapatkan hukuman yang pantas. Anak bungsu korban, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyatakan bahwa ibunya hanya sedang berjalan pulang dari tetangga dan tidak menyangka akan mengalami kejadian semacam ini. “Kami berharap polisi bisa cepat menemukan pelaku. Ibuku sudah tua, dia tidak pantas mengalami hal seperti ini, apalagi ditinggalkan begitu saja tanpa pertolongan,” katanya dengan suara yang terengah-engah.
Peristiwa kecelakaan lalu lintas ini menjadi pengingat yang sangat berharga bagi seluruh pengguna jalan, baik pengendara kendaraan maupun pejalan kaki, agar selalu berhati-hati dan bertanggung jawab dalam menggunakan jalan raya. Keselamatan dan nilai kemanusiaan harus selalu menjadi prioritas utama, terutama dalam kondisi malam hari di mana visibilitas menjadi terbatas. Pengendara disarankan untuk melaju dengan kecepatan yang sesuai, mematuhi tanda-tanda lalu lintas, dan selalu waspada terhadap keberadaan pejalan kaki di sepanjang jalan.
Selain itu, pihak terkait juga disarankan untuk meningkatkan fasilitas lalu lintas di jalan raya Desa Sumarayar, seperti penambahan lampu penerangan jalan yang lebih banyak dan penandaan jalur pejalan kaki yang jelas, agar mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di masa depan. Warga lokal juga diimbau untuk saling menjaga dan membantu satu sama lain ketika ada kejadian darurat di jalan raya, sehingga korban dapat segera mendapatkan pertolongan dan kerusakan yang ditimbulkan bisa diminimalkan.
Pihak RS Budi Setia Langowan juga menyampaikan bahwa mereka akan memberikan perawatan yang terbaik bagi korban sampai kondisinya pulih sepenuhnya. Dokter yang menangani korban menyatakan bahwa meskipun luka-lukanya tidak mengancam nyawa, korban membutuhkan waktu cukup lama untuk pulih sepenuhnya karena usianya yang lanjut. “Kami akan terus memantau kondisi pasien dan memberikan perawatan yang sesuai. Kami berharap dia bisa pulih segera dan kembali ke keluarga,” ujar dokter tersebut.
Sampai saat ini, penyelidikan oleh pihak kepolisian masih berlangsung dan belum ada informasi terbaru mengenai identitas pengendara sepeda motor yang melarikan diri. Pihak polisi meminta kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait dengan kecelakaan lalu lintas tersebut untuk segera menghubungi Kantor Polisi Resor Minahasa Utara agar dapat membantu proses penyelidikan dan penangkapan pelaku.
Kecelakaan lalu lintas yang menimpa Dance Irot menjadi pengingat bagi semua orang bahwa jalan raya adalah ruang bersama yang membutuhkan rasa tanggung jawab dari setiap pengguna. Tanpa rasa hormat satu sama lain dan kesadaran akan keselamatan, risiko kecelakaan akan selalu ada dan dapat menimbulkan kerugian yang tidak perlu bagi siapa pun. Semoga peristiwa ini tidak terulang lagi dan pelaku segera ditangkap agar bisa menjawab tindakannya di muka hukum.
(red)
