
Surabaya – Balai Kota menjadi panggung bagi deklarasi identitas dan komitmen, saat ratusan warga dari berbagai latar belakang menghadiri acara “Pembacaan Sumpah Arek Suroboyo”. Walikota Erik Cahyadi memimpin acara ini, menekankan urgensi nilai-nilai lokal dalam menghadapi tantangan global dan mewujudkan visi Surabaya sebagai kota yang inklusif dan berkelanjutan.
Berbeda dari sekadar seremoni tahunan, acara ini dirancang sebagai momentum refleksi dan redefinisi jati diri Arek Suroboyo. Sumpah yang diikrarkan bukan hanya deretan kata-kata, namun sebuah manifesto untuk aksi nyata. Lebih dari sekadar kebanggaan masa lalu, semangat “arek” diartikulasikan sebagai modal sosial untuk inovasi dan kolaborasi.
Dalam pidatonya, Erik Cahyadi menekankan tiga poin utama:
1. Integritas dan Transparansi: Membangun pemerintahan yang bersih dan akuntabel adalah fondasi utama. Sumpah Arek Suroboyo menjadi pengingat untuk selalu jujur, berani melawan korupsi, dan mengutamakan kepentingan publik di atas segalanya.
2. Kolaborasi dan Partisipasi: Tantangan kota seperti perubahan iklim, kesenjangan sosial, dan urbanisasi memerlukan solusi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Semangat gotong royong dan rembugan khas Surabaya harus dihidupkan kembali untuk menciptakan inovasi yang relevan dan berkelanjutan.
3. Adaptasi dan Inovasi: Identitas Arek Suroboyo tidak berarti terpaku pada tradisi, tetapi juga berani beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kreativitas dan inovasi adalah kunci untuk menciptakan solusi cerdas dalam menghadapi masalah perkotaan dan meningkatkan kualitas hidup warga.
Acara ini bukan hanya melibatkan tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah, tetapi juga komunitas kreatif, pelaku UMKM, dan perwakilan generasi muda. Sesi diskusi interaktif diadakan setelah pembacaan sumpah, di mana peserta berbagi ide dan gagasan untuk mewujudkan Surabaya yang lebih baik.
Pembacaan Sumpah Arek Suroboyo ditutup dengan penandatanganan komitmen oleh Walikota dan perwakilan masyarakat, sebagai simbol kesepakatan untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam aksi nyata. Pemerintah Kota Surabaya berjanji untuk memfasilitasi kolaborasi dan menciptakan ruang partisipasi yang lebih luas bagi warga.
Dengan menjadikan semangat Arek Suroboyo sebagai DNA pembangunan kota, Surabaya tidak hanya berpotensi menjadi kota yang modern dan maju, tetapi juga memiliki identitas yang kuat dan karakter yang unik.
(red)
