
Surabaya – Wali Kota Surabaya menegaskan visi baru dalam proyek pelebaran sungai di Kalianak, bukan sekadar mengatasi banjir, tetapi juga menciptakan ruang publik yang inklusif dan mendorong ekonomi berkelanjutan bagi warga terdampak. Peninjauan lokasi hari ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah kota dan masyarakat dalam mewujudkan transformasi kawasan yang lebih baik.
Di tengah proses pembongkaran 400 bangunan dari total 1.000 yang terdampak normalisasi sungai sepanjang 3 kilometer, Wali Kota Surabaya menekankan bahwa setiap tantangan adalah peluang. Pelebaran sungai menjadi 18,6 meter bukan hanya soal mengurangi risiko banjir, tetapi juga membuka potensi baru bagi kawasan Kalianak.
“Kami tidak hanya memindahkan air, tetapi juga memindahkan harapan,” ujar Wali Kota saat berdialog dengan warga. “Setiap rumah yang dibongkar adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik. Kami ingin Kalianak menjadi contoh bagaimana kota bisa beradaptasi dengan perubahan iklim dan menciptakan lingkungan yang lebih layak huni.”
Solusi Relokasi Inovatif dan Berkelanjutan
Pemerintah Kota Surabaya telah menyiapkan beberapa opsi relokasi yang inovatif dan berkelanjutan bagi warga terdampak. Salah satunya adalah pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung, seperti ruang usaha, area bermain anak, dan ruang terbuka hijau.
“Kami tidak ingin warga hanya dipindahkan, tetapi juga ditingkatkan kualitas hidupnya,” jelas Wali Kota. “Rusunawa ini akan menjadi komunitas baru yang lebih modern dan terintegrasi dengan lingkungan sekitar. Kami juga akan memberikan pelatihan keterampilan dan modal usaha agar warga bisa mandiri secara ekonomi.”
Selain rusunawa, pemerintah kota juga menawarkan opsi relokasi mandiri dengan memberikan bantuan dana stimulan bagi warga yang ingin membangun rumah di lokasi lain. Dana ini diharapkan dapat meringankan beban warga dan memberikan fleksibilitas dalam memilih tempat tinggal yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ruang Publik Baru dan Ekonomi Lokal
Wali Kota Surabaya juga mengungkapkan rencana untuk membangun ruang publik baru di sepanjang sungai Kalianak yang telah dinormalisasi. Ruang publik ini akan dilengkapi dengan taman, jogging track, area bermain, dan fasilitas olahraga. Selain itu, pemerintah kota juga akan membangun pasar tradisional yang lebih modern dan bersih untuk menampung pedagang kaki lima yang terdampak.
“Kami ingin sungai Kalianak menjadi daya tarik baru bagi wisatawan dan warga Surabaya,” kata Wali Kota. “Ruang publik ini akan menjadi tempat berkumpul, berinteraksi, dan beraktivitas bagi semua kalangan. Kami juga akan mendorong pengembangan ekonomi lokal dengan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM di sekitar sungai.”
Partisipasi Aktif Warga dalam Perencanaan
Wali Kota Surabaya menekankan pentingnya partisipasi aktif warga dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan proyek normalisasi sungai Kalianak. Pemerintah kota telah membentuk tim khusus yang melibatkan perwakilan warga, tokoh masyarakat, dan akademisi untuk memberikan masukan dan saran.
“Kami ingin memastikan bahwa proyek ini sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi warga,” ujar Wali Kota. “Kami juga akan terus melakukan sosialisasi dan dialog agar warga memahami manfaat dan dampak dari proyek ini. Kami percaya, dengan partisipasi aktif warga, kita bisa mewujudkan Kalianak yang lebih baik.”
Dukungan dari Pakar Lingkungan
Pakar lingkungan dari Universitas Airlangga, Dr. Ir. Bambang Suhartanto, menyatakan bahwa proyek normalisasi sungai Kalianak adalah langkah yang tepat untuk mengatasi masalah banjir dan meningkatkan kualitas lingkungan di Surabaya. Ia juga mengapresiasi pendekatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya yang melibatkan partisipasi aktif warga dan memperhatikan aspek sosial ekonomi.
“Normalisasi sungai bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal sosial dan ekonomi,” kata Dr. Bambang. “Pemerintah Kota Surabaya telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk mengatasi masalah banjir secara komprehensif dan berkelanjutan. Saya berharap, proyek ini bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.”
Dengan visi yang jelas, solusi yang inovatif, dan kolaborasi yang erat antara pemerintah kota dan masyarakat, transformasi Kalianak bukan lagi sekadar mimpi. Ini adalah langkah nyata menuju Surabaya yang lebih hijau, lebih nyaman, dan lebih sejahtera.
(Hery/Husairi)
