
Jakarta, Kamis, 18 Desember 2025 | 03.00 WIB – Doorstop Rapat Pleno Komisi Percepatan Reformasi Polri hari ini bukan sekadar jumpa pers! Ini “sidang rakyat”! Polri “digugat”! Komisi Reformasi Polri bukan sekadar “tim pencitraan”, tapi “mahkamah rakyat”! Sidang terbuka ungkap borok & cari solusi! Polri diuji, kepercayaan publik dipertaruhkan!
Komisi Reformasi Polri, bukan lagi “ruang tertutup”! Mereka gelar “sidang terbuka”, undang korban kejahatan polisi, keluarga tahanan, & aktivis HAM! Dengarkan jeritan, saksikan bukti, & tuntut keadilan!
“Kami ingin dengar langsung dari korban! Kami ingin tahu apa yang salah dengan Polri! Kami ingin cari solusi bersama!” ujar Ketua Komisi Reformasi Polri.
Rapat Pleno hari ini bukan sekadar evaluasi, tapi “investigasi publik”!
“Kekerasan Polisi”: Komisi bedah kasus kekerasan polisi, mulai dari penembakan demonstran hingga penyiksaan tahanan! Minta pertanggungjawaban & jamin keadilan!
“Korupsi di Tubuh Polri”: Komisi ungkap jaringan korupsi di berbagai tingkatan! Minta pengembalian aset negara & penegakan hukum!
“Diskriminasi Rasial”: Komisi selidiki kasus diskriminasi rasial oleh polisi! Jamin kesetaraan & keadilan bagi semua warga!
“Pelanggaran HAM”: Komisi usut tuntas pelanggaran HAM oleh polisi di masa lalu & masa kini! Beri kompensasi kepada korban & keluarga!
“Keterlibatan Masyarakat”: Komisi bentuk “dewan pengawas” dari unsur masyarakat! Awasi kinerja polisi secara independen & transparan!
Komisi Reformasi Polri bukan sekadar “penasihat”, tapi “hakim”! Mereka punya wewenang panggil paksa, periksa saksi, & rekomendasikan sanksi!
“Kami tidak akan kompromi dengan kejahatan! Kami akan tindak tegas siapapun yang bersalah, tanpa pandang bulu!” tegas salah satu anggota Komisi Reformasi Polri.
Komisi Reformasi Polri serukan “revolusi mental” di tubuh Polri!
“Hapus Budaya Kekerasan”: Ganti dengan budaya dialog, empati, & pelayanan!
“Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu”: Adil bagi semua, tanpa diskriminasi!
“Hormati HAM”: Jaga martabat & hak asasi manusia!
“Libatkan Masyarakat”: Jadikan masyarakat sebagai partner & pengawas!
“Transparansi & Akuntabilitas”: Buka diri terhadap kritik & saran! Pertanggungjawabkan setiap tindakan!
Reformasi Polri bukan hanya janji, tapi aksi nyata! “Sidang rakyat” ini bukti, Polri siap “diadili” demi kepercayaan publik!
(*)
