Kota Bengkulu Gencarkan Gerakan “STOP PUNGLI!”: Bersama Masyarakat, Berantas Praktik Korupsi Hingga Akar

Nasional

BENGKULU, 14 Desember 2025 – Pemerintah Kota Bengkulu menggandeng seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberantas praktik pungutan liar (pungli) hingga ke akar-akarnya. Gerakan “STOP PUNGLI!” yang diluncurkan secara resmi hari ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya pungli dan mendorong partisipasi aktif dalam melaporkan setiap indikasi praktik korupsi.

Gerakan ini ditandai dengan pemasangan spanduk dan baliho anti-pungli di berbagai titik strategis di Kota Bengkulu, serta sosialisasi melalui media sosial dan media massa. Pesan utama yang disampaikan adalah “Tolak dan Laporkan! Jangan Menerima, Jangan Memberi.”

“Pungli adalah musuh kita bersama. Pungli merugikan masyarakat, menghambat pembangunan, dan merusak citra pemerintahan. Oleh karena itu, kita harus bersatu padu untuk memberantas praktik ini hingga tuntas,” ujar Walikota Bengkulu dalam acara peluncuran gerakan “STOP PUNGLI!”.

Walikota menjelaskan bahwa gerakan ini bukan hanya sekadar kampanye simbolis, tetapi juga merupakan komitmen nyata dari Pemkot Bengkulu untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan. Berbagai langkah konkret telah dan akan terus dilakukan, antara lain:

Penguatan Sistem Pengawasan Internal: Inspektorat Kota Bengkulu akan meningkatkan pengawasan terhadap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mencegah terjadinya praktik pungli.
Peningkatan Pelayanan Publik: Pemkot Bengkulu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memangkas birokrasi dan menerapkan sistem online yang transparan.
 Pembentukan Satgas Anti-Pungli: Satuan Tugas (Satgas) Anti-Pungli akan dibentuk untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait praktik pungli.
Pendidikan dan Sosialisasi: Pemkot Bengkulu akan terus melakukan pendidikan dan sosialisasi tentang bahaya pungli kepada seluruh ASN dan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh ASN untuk menjadi agen perubahan dan memberikan contoh yang baik dalam melayani masyarakat. Jangan sekali-kali melakukan praktik pungli, karena akan kami tindak tegas,” tegas Walikota.

Ketua DPRD Kota Bengkulu, Suprianto, memberikan dukungan penuh terhadap gerakan “STOP PUNGLI!”. Ia mengatakan bahwa DPRD siap mengawal setiap kebijakan Pemkot Bengkulu yang bertujuan untuk memberantas korupsi dan meningkatkan pelayanan publik.

“DPRD akan terus mengawasi kinerja Pemkot Bengkulu dan memastikan bahwa setiap anggaran daerah digunakan secara efektif dan efisien untuk kepentingan masyarakat,” ujar Suprianto.

Gerakan “STOP PUNGLI!” juga mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, seperti tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat sipil, dan kalangan pengusaha. Mereka sepakat bahwa pungli adalah masalah serius yang harus segera diatasi.

“Kami mendukung penuh gerakan ini. Kami siap membantu Pemkot Bengkulu dalam mensosialisasikan gerakan ini kepada masyarakat,” ujar seorang tokoh agama.

Seorang pengusaha juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemkot Bengkulu dalam memberantas pungli. Ia mengatakan bahwa pungli menghambat investasi dan merugikan dunia usaha.

“Kami berharap, dengan adanya gerakan ini, Kota Bengkulu akan menjadi lebih menarik bagi investor dan dunia usaha,” ujarnya.

Pemkot Bengkulu mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan “STOP PUNGLI!” dengan cara:

Menolak segala bentuk pungli.

Melaporkan setiap indikasi praktik pungli kepada Satgas Anti-Pungli atau melalui saluran pengaduan yang telah disediakan.

Memberikan informasi yang akurat dan lengkap kepada petugas.

Tidak memberikan imbalan atau gratifikasi kepada petugas yang sedang menjalankan tugas.

    “Mari kita wujudkan Kota Bengkulu yang bersih dari pungli, kota yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Bersama, kita bisa!” pungkas Walikota Bengkulu dengan semangat.

    Dengan gerakan “STOP PUNGLI!”, Kota Bengkulu menunjukkan komitmennya untuk memberantas korupsi dan menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Partisipasi aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan gerakan ini.

    (red)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    error: Content is protected !!