“LPKA Berbudaya”: Ibu Nona Ahmad Implementasikan “Sentuhan Ibu Pertiwi” di LPKA Kelas II Ternate, Integrasikan Kearifan Lokal Maluku dalam Pembinaan Anak, Kuatkan Identitas Diri, Kembangkan Potensi Kreatif, Siapkan Reintegrasi Sosial Harmonis

Nasional

Namlea, 13 Desember 2025 – Keluarga Besar Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Namlea mengucapkan Selamat dan Sukses Kepada Ibu Nona Ahmad, S.P., M.H. atas pelantikannya sebagai Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Ternate. Ibu Nona Ahmad berkomitmen untuk memimpin LPKA Kelas II Ternate dengan mengimplementasikan program “Sentuhan Ibu Pertiwi” yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Maluku dalam pembinaan anak, guna menguatkan identitas diri, mengembangkan potensi kreatif, serta menyiapkan reintegrasi sosial yang harmonis.

Ibu Nona Ahmad menjelaskan bahwa program “Sentuhan Ibu Pertiwi” akan mencakup berbagai kegiatan, antara lain:

Pengenalan Budaya Maluku: Mengadakan kegiatan pengenalan budaya Maluku, seperti belajar bahasa daerah, mengenal seni tari dan musik tradisional, serta mempelajari sejarah dan cerita rakyat Maluku.
 Pelatihan Keterampilan Berbasis Kearifan Lokal: Mengadakan pelatihan keterampilan berbasis kearifan lokal, seperti membuat kerajinan tangan dari bahan-bahan alami, mengolah hasil laut menjadi makanan yang lezat, serta mengembangkan potensi pariwisata lokal.
Pembentukan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Luhur: Membentuk karakter anak berdasarkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya Maluku, seperti gotong royong, saling menghormati, menjaga lingkungan, serta menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan.
 Pendekatan Pembinaan yang Humanis dan Personal: Menerapkan pendekatan pembinaan yang humanis dan personal, dengan memperhatikan kebutuhan dan potensi masing-masing anak, serta memberikan dukungan emosional dan psikologis yang memadai.
Peningkatan Kerjasama dengan Masyarakat dan Keluarga: Meningkatkan kerjasama dengan masyarakat dan keluarga dalam proses pembinaan anak, sehingga anak merasa diterima dan didukung oleh lingkungan sekitarnya.

“Saya percaya, dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Maluku dalam pembinaan anak, kita dapat membantu mereka untuk menemukan jati diri mereka, mengembangkan potensi mereka, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia,” ujar Ibu Nona Ahmad.

Ibu Nona Ahmad juga mengajak seluruh pihak terkait, seperti pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi masyarakat sipil, untuk bersama-sama mendukung program “Sentuhan Ibu Pertiwi” dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak di LPKA Kelas II Ternate.

Dengan “Sentuhan Ibu Pertiwi”, Ibu Nona Ahmad bertekad untuk mewujudkan “LPKA Berbudaya”, yaitu LPKA yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam pembinaan anak, guna menciptakan generasi muda Maluku yang berkarakter, berpotensi, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

“LPKA Berbudaya”: Ibu Nona Ahmad implementasikan “Sentuhan Ibu Pertiwi” di LPKA Kelas II Ternate, integrasikan kearifan lokal Maluku dalam pembinaan anak, kuatkan identitas diri, kembangkan potensi kreatif, siapkan reintegrasi sosial harmonis. LPKA Berbudaya, Anak Berkarakter, Maluku Jaya!

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!