Kemenko Polkam Salurkan Bantuan Kemanusiaan Tahap Ganda ke Aceh – Total 9,5 Ton Bantuan Siapkan Kebutuhan Dasar Masyarakat Terdampak

TNI-POLRI

Jakarta/Aceh – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) telah melaksanakan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak di sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Penyaluran dilakukan melalui dua tahap terencana untuk memastikan kebutuhan mendesak masyarakat dapat terpenuhi secara optimal di tengah kondisi sulit pascabencana.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan penuh kepada saudara-saudara di Aceh. “Pemerintah berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh yang tengah menghadapi masa sulit pascabencana,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (13/12/2025).

Pada tahap pertama penyaluran, Kemenko Polkam mengirimkan total 4,5 ton bantuan yang diangkut menggunakan pesawat Hercules milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Bantuan ini dialirkan ke lima daerah terdampak, yaitu Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Selatan, dan Kota Langsa. Jenis bantuan yang disalurkan pada tahap pertama meliputi beragam kebutuhan esensial, antara lain pakaian untuk dewasa dan anak-anak, perlengkapan bayi, selimut hangat, perlengkapan ibadah sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal, serta perlengkapan kebersihan dan kesehatan untuk mencegah penyebaran penyakit pascabencana.

Setelah tahap pertama berjalan lancar, pihak Kemenko Polkam melanjutkan dengan tahap kedua penyaluran yang dilakukan beberapa hari kemudian. Pada tahap ini, sekitar lima ton bantuan tambahan diberangkatkan menggunakan sarana transportasi udara, salah satunya dengan helikopter TNI AU seperti yang terlihat dalam dokumentasi proses pengangkutan. Bantuan tahap kedua mencakup perlengkapan mandi pribadi, pakaian layak pakai dalam jumlah lebih banyak, bahan makanan yang dapat disimpan dalam waktu lama, perlengkapan ibadah tambahan, serta unit Mobile Water Treatment yang berfungsi untuk membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak – sebuah kebutuhan krusial yang sering menjadi tantangan pascabencana.

Proses pengemasan dan pengangkutan bantuan melibatkan kerja sama erat antara Kemenko Polkam dengan unsur TNI, khususnya Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan, serta berbagai pihak terkait lainnya. Personel TNI terlihat dengan giat membantu memuat barang bantuan ke dalam kendaraan dan kemudian ke dalam pesawat maupun helikopter, memastikan setiap paket bantuan sampai dengan selamat ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

Menko Djamari juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat aktif dalam penanganan bencana di Aceh. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada aparat kepolisian, anggota TNI, relawan dari berbagai organisasi, hingga masyarakat lokal yang terus bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak. Semangat kebersamaan dan gotong royong ini menjadi kekuatan penting dalam membantu mereka menghadapi masa sulit,” ungkapnya.

Beliau menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti hanya pada penyaluran bantuan darurat. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat Aceh selama masa pemulihan, mulai dari pembangunan infrastruktur yang rusak, pendataan kerugian yang dialami masyarakat, hingga pemberian bantuan ekonomi dan produktif agar mereka dapat kembali berdiri dan menjalankan aktivitas sehari-hari seperti sedia kala.

“Kita akan terus memantau kondisi di lapangan dan menyesuaikan bantuan sesuai dengan kebutuhan aktual masyarakat. Tujuan kita tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga memastikan bahwa proses pemulihan berjalan optimal sehingga wilayah Aceh dan masyarakatnya dapat bangkit kembali dengan lebih kuat,” pungkas Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.

Sampai saat ini, sebagian besar bantuan telah sampai di lokasi target dan mulai didistribusikan kepada masyarakat terdampak melalui posko bencana yang telah dibentuk di masing-masing daerah. Tim penanganan bencana juga terus melakukan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi penerimanya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!