
Depok, 8 Desember 2025 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menegaskan komitmennya dalam membantu penanganan bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo memimpin langsung apel kesiapan pemberangkatan pasukan dan kendaraan di Lapangan Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Cimanggis, Kota Depok, dengan fokus pada pemanfaatan teknologi drone SAR dan sistem pemetaan digital untuk mempercepat evakuasi dan penyaluran bantuan.
Apel tersebut turut dihadiri oleh Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, Kabaharkam Polri Komjen Pol. Karyoto, Kapusdokkes Polri Irjen Pol. Asep Hendradiana Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol. Mulia Hasudungan Ritonga, Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, Karorenminops Korbrimob Polri Brigjen Pol. Rudy Harianto serta para perwira tinggi jajaran Mabes Polri lainnya.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa Polri akan mengerahkan teknologi drone SAR (Search and Rescue) yang dilengkapi dengan kamera thermal dan sensor pendeteksi korban untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan korban yang tertimbun longsor atau terjebak banjir.
“Drone SAR akan membantu kami untuk memetakan wilayah terdampak bencana secara cepat dan akurat, serta mendeteksi keberadaan korban yang sulit dijangkau oleh tim SAR darat,” ujar Wakapolri.
Selain drone SAR, Polri juga akan menggunakan sistem pemetaan digital yang terintegrasi dengan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sistem ini akan membantu Polri untuk memantau perkembangan situasi bencana secara real-time, mengidentifikasi wilayah-wilayah yang paling membutuhkan bantuan, serta merencanakan rute evakuasi dan penyaluran bantuan yang paling efektif.
“Sistem pemetaan digital akan membantu kami untuk mengambil keputusan yang tepat dan cepat dalam penanggulangan bencana. Kami dapat mengetahui secara pasti di mana saja lokasi pengungsi, berapa jumlah pengungsi, apa saja kebutuhan mendesak mereka, serta bagaimana cara menyalurkan bantuan dengan cepat dan tepat,” jelas Wakapolri.
Adapun personel yang disiapkan sebanyak 638 yang terdiri 361 personel Korbrimob Polri, 200 personel Korsabhara Baharkam Polri, 48 personel Pusdokkes Polri dengan 12 ambulans serta 29 personel Polsatwa dengan 19 anjing pelacak K-9. Berbagai dukungan logistik juga dipersiapkan, termasuk 15 dapur lapangan, 12 Water Treatment, perlengkapan SAR (Search and Rescue) kelompok dan perorangan serta sejumlah kendaraan taktis dan unit rescue lainnya.
Wakapolri juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana. Polri akan bekerjasama dengan TNI, pemerintah daerah, BNPB, BMKG, organisasi masyarakat sipil, dan relawan untuk menyatukan kekuatan dan sumber daya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab kita bersama. Kita harus bersinergi dan berkolaborasi untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” kata Wakapolri.
Wakapolri menyampaikan bahwa sesuai perintah Presiden RI Prabowo Subianto, semua peralatan serta sarana dan prasarana yang dimiliki Polri harus fokus membantu saudara-saudara yang terdampak bencana di wilayah Sumatera.
“Kita persiapkan semaksimal mungkin untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatera, kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat harus dapat benar-benar dirasakan manfaatnya serta menjadi pelindung bagi masyarakat,” pernyataan Wakapolri.
Dengan pemanfaatan teknologi drone SAR dan sistem pemetaan digital, serta kolaborasi lintas sektor yang solid, Polri bertekad untuk mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan, serta meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. “Polri Peduli Sumatera”, hadir untuk membantu, melindungi, dan melayani masyarakat yang membutuhkan.
“Polri Peduli Sumatera”: Wakapolri terjunkan drone SAR dan sistem pemetaan digital, percepat evakuasi dan penyaluran bantuan, kolaborasi lintas sektor jadi kunci penanggulangan bencana. Polri Hadir, Masyarakat Terlindungi!
(red)
