“Sirik na Pacce” di Ladang Makkasau: Yonif 721/Makkasau Garda Terdepan Wujudkan Ketahanan Pangan Sulsel, Energi Terbarukan Jadi Andalan, Masyarakat Berdaya dengan “Makkasau Mandiri”

TNI-Polri

Makassar, 12 Desember 2025 – Di usia ke-62, Batalyon Infanteri (Yonif) 721/Makkasau tidak hanya menjadi “Pejuang Tak Terkalahkan” di medan tempur, tetapi juga garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian energi di Sulawesi Selatan, berlandaskan kearifan lokal “Sirik na Pacce” (harga diri dan solidaritas). Pangdam XIV/Hasanuddin dan Keluarga Besar Kodam XIV/Hasanuddin mengucapkan Dirgahayu Yonif 721/Makkasau, mengapresiasi inisiatif “Makkasau Mandiri” yang memberdayakan masyarakat dan membangun Sulawesi Selatan yang sejahtera dan berkelanjutan.

Yonif 721/Makkasau menginisiasi program “Makkasau Mandiri” yang berfokus pada:

Ketahanan Pangan Lokal: Mengembangkan pertanian organik dan peternakan berkelanjutan di lahan-lahan kosong sekitar markas batalyon dan di desa-desa binaan. Yonif 721/Makkasau memberikan pelatihan, bibit unggul, dan pendampingan kepada masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan.
Energi Terbarukan Berbasis Komunitas: Membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) di desa-desa terpencil yang belum terjangkau listrik. Yonif 721/Makkasau melibatkan masyarakat dalam pembangunan dan pengelolaan PLTS dan PLTMH, menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan akses masyarakat terhadap energi bersih.
Pengolahan Sampah Terpadu: Mengembangkan sistem pengolahan sampah terpadu yang mengubah sampah menjadi energi dan pupuk organik. Yonif 721/Makkasau memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara memilah sampah, mengolah sampah menjadi kompos, dan menghasilkan biogas dari sampah organik.
Pengembangan UMKM Lokal: Memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM lokal untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan mengakses modal usaha. Yonif 721/Makkasau juga membantu UMKM lokal dalam mempromosikan produk mereka melalui pameran dan platform digital.

“Kami ingin Yonif 721/Makkasau menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi masalah ketahanan pangan dan kemandirian energi di Sulawesi Selatan. Kami ingin masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, energi yang bersih, dan penghasilan yang layak,” ujar Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko.

Dalam menjalankan program “Makkasau Mandiri”, Yonif 721/Makkasau mengedepankan kearifan lokal “Sirik na Pacce”. Para prajurit Yonif 721/Makkasau berinteraksi dengan masyarakat secara humanis, menghormati adat istiadat setempat, dan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam setiap kegiatan.

“Kami ingin membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Kami ingin masyarakat merasa bahwa TNI adalah bagian dari mereka, dan TNI selalu siap membantu mereka,” jelas Komandan Yonif 721/Makkasau.

Yonif 721/Makkasau juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat sipil, dalam mengembangkan program “Makkasau Mandiri”.

“Kami menyadari bahwa kami tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian energi di Sulawesi Selatan,” kata Komandan Yonif 721/Makkasau.

Dengan semangat “Pejuang Tak Terkalahkan”, Yonif 721/Makkasau berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun Sulawesi Selatan yang sejahtera, mandiri, dan berkelanjutan. “Makkasau Mandiri” menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI-Rakyat, mewujudkan “Sirik na Pacce” dalam setiap langkah pengabdian.

Dirgahayu Yonif 721/Makkasau: “Sirik na Pacce” di Ladang Makkasau, wujudkan ketahanan pangan Sulsel, energi terbarukan jadi andalan, masyarakat berdaya dengan “Makkasau Mandiri”. “Pejuang Tak Terkalahkan”, Kebanggaan Sulawesi Selatan!

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!