
Jakarta, 11 Desember 2025 – Di era disrupsi teknologi dan ancaman pandemi global, Pusat Kesehatan (Puskes) TNI terus berbenah diri. Bukan hanya sekadar menjaga kesehatan prajurit, Puskes TNI kini bertransformasi menjadi pusat inovasi kesehatan yang adaptif dan responsif terhadap tantangan zaman.
Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, dalam peringatan Dirgahayu Puskes TNI, menegaskan bahwa Puskes TNI harus menjadi motor penggerak modernisasi sistem kesehatan TNI. Hal ini sejalan dengan visi TNI untuk menjadi kekuatan yang profesional, adaptif, dan berteknologi tinggi.
“Kita tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional dalam menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks. Puskes TNI harus berani berinovasi, memanfaatkan teknologi terkini, dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” tegas Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Panglima TNI menyoroti beberapa area penting yang perlu menjadi fokus Puskes TNI, antara lain:
1. Pengembangan Telemedicine: Memanfaatkan teknologi informasi untuk memberikan pelayanan kesehatan jarak jauh, terutama bagi prajurit yang bertugas di daerah terpencil dan perbatasan.
2. Peningkatan Kapasitas Penelitian dan Pengembangan: Mendorong riset dan inovasi dalam bidang kesehatan militer, termasuk pengembangan alat kesehatan dan obat-obatan yang sesuai dengan kebutuhan TNI.
3. Penguatan Sistem Pencegahan Penyakit: Meningkatkan upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit menular, serta mengembangkan program-program promosi kesehatan yang efektif.
4. Peningkatan Kualitas SDM: Melakukan pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga medis TNI, serta menjalin kerjasama dengan institusi pendidikan dan rumah sakit terkemuka.
“Saya berharap, Puskes TNI dapat menjadi center of excellence dalam bidang kesehatan militer, serta memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia,” ujar Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Kepala Puskes TNI menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah program strategis untuk mewujudkan visi tersebut. Salah satunya adalah pengembangan smart hospital yang terintegrasi dengan sistem informasi kesehatan nasional.
“Smart hospital ini akan dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih, seperti artificial intelligence, big data analytics, dan internet of things, sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, akurat, dan efisien,” jelas Kepala Puskes TNI.
Selain itu, Puskes TNI juga akan memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan industri farmasi. Hal ini bertujuan untuk mempercepat transfer teknologi dan pengembangan inovasi kesehatan.
“Kami percaya bahwa dengan kerjasama yang solid, kita dapat mewujudkan Puskes TNI yang modern, profesional, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi prajurit dan masyarakat Indonesia,” pungkas Kepala Puskes TNI.
Dengan semangat “Kesehatan TNI Prima, TNI Sehat, Indonesia Maju”, Puskes TNI berkomitmen untuk terus berinovasi dan bertransformasi, demi mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan sejahtera.
(red)
