“Sentuhan ‘Jogo Tonggo’ di Semanding: Polres Tuban Padukan Teknologi dengan Kearifan Lokal, Berdayakan Perempuan dan Disabilitas, Dana Desa untuk Mitigasi Bencana!”

TNI-Polri

Tuban, 11 Desember 2025 – Kombespol Agung Setyo Nugroho, S.I.K, Plt Kapolres Tuban, tidak hanya menyalurkan bantuan pasca-puting beliung di Semanding, tetapi juga mengintegrasikan kearifan lokal “Jogo Tonggo” (menjaga tetangga), memberdayakan kelompok rentan, dan mengoptimalkan dana desa untuk mitigasi bencana.

“Bencana adalah panggilan untuk saling membantu. Polres Tuban tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga menggali kearifan lokal dan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegas Kombespol Agung.

Inisiatif “Jogo Tonggo Tangguh Bencana” meliputi:

 Jogo Tonggo Siaga Bencana: Mengaktifkan kembali sistem “Jogo Tonggo” untuk mendeteksi dini potensi bencana, memberikan pertolongan pertama, dan mengkoordinasikan penyaluran bantuan. “Setiap RT/RW memiliki tim Jogo Tonggo yang terlatih dan dilengkapi dengan peralatan komunikasi,” jelas Kombespol Agung.
 Pemberdayaan Perempuan dan Disabilitas: Melibatkan perempuan dan penyandang disabilitas dalam perencanaan dan pelaksanaan program penanggulangan bencana. “Perempuan dan penyandang disabilitas memiliki perspektif dan kebutuhan yang unik. Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga agen perubahan,” ujar Kombespol Agung.
Dana Desa untuk Mitigasi Bencana: Mengalokasikan sebagian dana desa untuk program mitigasi bencana, seperti pembangunan drainase, penanaman pohon, dan pengadaan peralatan evakuasi. “Kami bekerja sama dengan pemerintah desa untuk menyusun rencana aksi yang komprehensif dan berkelanjutan,” jelas Kombespol Agung.
Integrasi Teknologi dan Kearifan Lokal: Menggabungkan teknologi drone dan aplikasi pelaporan bencana dengan sistem “Jogo Tonggo” untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana. “Drone membantu memantau wilayah yang luas, sementara Jogo Tonggo memberikan informasi yang akurat dari tingkat akar rumput,” ujar Kombespol Agung.

Selain itu, Polres Tuban juga memberikan bantuan sembako, layanan kesehatan, dan dukungan psikologis kepada korban bencana. Tim trauma healing menggunakan metode yang disesuaikan dengan budaya lokal, seperti mendongeng dan bermain permainan tradisional.

Masyarakat Semanding menyambut baik inisiatif Polres Tuban. “Kami merasa lebih aman dan terlindungi dengan adanya program Jogo Tonggo Siaga Bencana. Kami juga senang karena dilibatkan dalam pengambilan keputusan,” ujar Ibu Siti Aminah, seorang warga Semanding Lor.

Kombespol Agung berharap, program “Jogo Tonggo Tangguh Bencana” dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana. “Dengan menggali kearifan lokal, memberdayakan kelompok rentan, dan memanfaatkan dana desa secara optimal, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” pungkasnya.

(Bew/Faiz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!