“Danpasmar 1 Gerak Cepat di Belawan: Luncurkan ‘Satgas Banjir Maritim’ Berbasis Teknologi, Berdayakan Ekonomi Korban, dan Integrasikan Penanggulangan Banjir Lintas Sektor”

TNI-Polri

Belawan, Sumatera Utara, 10 Desember 2025 – Merespons cepat musibah banjir yang melanda Belawan, Sumatera Utara, Komandan Pasmar 1 (Danpasmar 1) tidak hanya meninjau kondisi prajurit dan masyarakat, tetapi juga meluncurkan “Satgas Banjir Maritim” yang dilengkapi teknologi canggih untuk pemetaan risiko banjir dan penanggulangan bencana yang lebih efektif. Selain itu, program pemberdayaan ekonomi korban banjir dan kolaborasi lintas sektor menjadi fokus utama dalam upaya pemulihan jangka panjang.

Danpasmar 1, [Nama Lengkap Danpasmar 1], menjelaskan bahwa “Satgas Banjir Maritim” akan memanfaatkan teknologi drone dan satelit untuk memetakan wilayah terdampak banjir secara detail, mengidentifikasi titik-titik rawan banjir, dan memprediksi potensi banjir susulan. “Dengan informasi yang akurat dan real-time, kami dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan cepat dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.

“Satgas Banjir Maritim” memiliki beberapa tim khusus, antara lain:

Tim Pemetaan Udara: Mengoperasikan drone yang dilengkapi kamera resolusi tinggi dan sensor inframerah untuk memetakan wilayah terdampak banjir dan mengidentifikasi kerusakan infrastruktur.

Tim Analisis Data: Menganalisis data yang dikumpulkan oleh drone dan satelit untuk memprediksi potensi banjir susulan dan mengidentifikasi wilayah yang paling membutuhkan bantuan.

Tim Evakuasi dan Penyelamatan: Melakukan evakuasi dan penyelamatan korban banjir dengan menggunakan perahu karet, helikopter, dan peralatan SAR lainnya.

Tim Kesehatan: Memberikan pelayanan kesehatan kepada korban banjir, termasuk pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan konseling psikologis.

    Selain penanggulangan bencana, Danpasmar 1 juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi korban banjir. “Kami akan memberikan pelatihan keterampilan dan bantuan modal kepada korban banjir agar mereka dapat kembali membangun usaha dan meningkatkan taraf hidup,” ujarnya.

    Program pemberdayaan ekonomi ini meliputi:

    Pelatihan Keterampilan: Memberikan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar, seperti menjahit, membuat kerajinan tangan, beternak, dan bertani.

    Bantuan Modal: Memberikan bantuan modal usaha kepada korban banjir yang telah mengikuti pelatihan keterampilan.

    Pendampingan Usaha: Memberikan pendampingan kepada korban banjir dalam menjalankan usaha mereka, mulai dari perencanaan bisnis, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan.

      Danpasmar 1 juga mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam penanggulangan banjir di Belawan. “Banjir adalah masalah kompleks yang tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Kami membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, BNPB, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, dan seluruh masyarakat untuk mewujudkan Belawan yang tangguh dan berketahanan terhadap bencana,” ujarnya.

      TNI AL akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menyusun rencana aksi yang terintegrasi dan berkelanjutan dalam penanggulangan banjir di Belawan. Rencana aksi ini meliputi:

      Normalisasi Sungai dan Drainase: Membersihkan sungai dan drainase dari sampah dan sedimentasi untuk meningkatkan kapasitas tampung air.

      Pembangunan Tanggul dan Waduk: Membangun tanggul dan waduk untuk menahan air banjir dan mencegah luapan air ke permukiman warga.

      Relokasi Permukiman: Merelokasi permukiman warga yang berada di daerah rawan banjir ke tempat yang lebih aman.

      Edukasi Masyarakat: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah banjir.

      Dengan “Satgas Banjir Maritim” berbasis teknologi, program pemberdayaan ekonomi, dan kolaborasi lintas sektor, Danpasmar 1

      (red)

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      error: Content is protected !!