Tuban Berdarah: Kapolres Harus Tanggung Jawab!” MADAS Sedarah Geruduk Polda Jatim, Tuntut Keadilan untuk Korban Salah Tangkap dan Penganiayaan

Ungkap

Surabaya,BERITAKABARTERKINI.COM Jawa Timur – “Ini bukan sekadar pelanggaran, ini kejahatan! Kapolres Tuban harus bertanggung jawab atas tindakan brutal anak buahnya!” Teriakan lantang Bung Taufik, Ketua Umum DPP MADAS Sedarah, menggema di depan Mapolda Jawa Timur, Senin (02/12/2025). Aksi unjuk rasa ini merupakan buntut dari kasus dugaan salah tangkap dan penganiayaan berat yang dialami Mohamad Rifai, warga Lamongan, oleh oknum anggota Satreskrim Polres Tuban.

Rifai: Dari Korban Salah Tangkap Jadi Korban Kekerasan Sistematis

Kisah Rifai bukan sekadar salah tangkap biasa. Ia ditangkap tanpa surat perintah yang jelas, lalu disiksa secara brutal hingga nyaris meregang nyawa. Luka fisik yang dideritanya belum sembuh, ia kembali dipukuli di dalam sel tahanan. “Ini bukan lagi penegakan hukum, ini teror!” ujar Bung Taufik dengan nada geram.

MADAS Sedarah: Kami Tidak Akan Diam!

DPP MADAS Sedarah tidak tinggal diam melihat ketidakadilan ini. Mereka resmi menerima kuasa dari Rifai dan langsung bergerak cepat. “Kami akan lawan semua bentuk kesewenang-wenangan aparat. Kami akan pastikan kasus ini diusut tuntas, tanpa pandang bulu!” tegas Bung Taufik.

Tuntutan Konkret: Copot Jabatan, Adili Pelaku, Pulihkan Korban!

MADAS Sedarah mengajukan tiga tuntutan utama:

Pencopotan Kapolres Tuban dan Kasatreskrim: “Mereka gagal mengawasi anak buahnya, bahkan mungkin terlibat dalam praktik kotor ini. Tidak ada tempat bagi pemimpin yang melindungi pelaku kejahatan!”
Pengadilan Terbuka dan Adil: “Semua oknum yang terlibat, dari pelaku lapangan hingga dalang di balik layar, harus diadili secara terbuka dan dihukum seberat-beratnya!”
Pemulihan Penuh bagi Korban: “Rifai bukan hanya butuh ganti rugi materi, tapi juga pemulihan fisik dan psikis. Negara harus hadir untuk memastikan ia mendapatkan keadilan dan kehidupan yang layak!”

Pesan untuk Kapolda Jatim: Jangan Lindungi Oknum, Tegakkan Keadilan!

Aksi MADAS Sedarah bukan hanya ditujukan kepada Polres Tuban, tapi juga kepada Kapolda Jatim. “Kami percaya Kapolda punya integritas. Jangan lindungi oknum-oknum yang mencoreng nama baik institusi. Tegakkan keadilan, tunjukkan bahwa hukum masih berpihak pada rakyat kecil!” seru Bung Taufik.

Analisis Visual: Luka di Wajah, Luka di Hati

Gambar yang beredar menunjukkan Mohamad Rifai dengan wajah penuh luka dan tatapan kosong. Ia didampingi oleh perwakilan MADAS Sedarah di depan kantor Propam. Foto ini bukan sekadar dokumentasi, tapi juga simbol dari ketidakadilan yang merajalela di negeri ini. Luka di wajah Rifai adalah cerminan dari luka di hati seluruh masyarakat yang mendambakan keadilan.

Momentum Kebangkitan: Lawan Kesewenang-wenangan!

Kasus Rifai harus menjadi momentum bagi kebangkitan masyarakat. Kita tidak boleh lagi takut untuk melawan kesewenang-wenangan aparat. Kita harus bersatu, bergandengan tangan, dan memperjuangkan keadilan untuk semua.

(red/Hery)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!